Tersangkut Jaring, Lumba-lumba Dikubur Seperti Manusia

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Seekor lumba-lumba mati tersangkut jaring nelayan Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Minggu (13/10). Nelayan mengubur mamalia laut itu di sudut pantai layaknya memakamkan jenazah manusia. Lumba-lumba ditemukan tewas tersangkut jaring yang dipasang Timbul nelayan setempat, beberapa hari sebelumnya.

Lumba-lumba nahas itu memiliko bobot150 kilogram dengan panjang tubuh sekitar dua meter. "Minggu pagi ada 15 perahu melaut, berangkat sekitar pukul 06.30. Lalu sekitar pukul 08.00, mereka kembali karena ada lumba-lumba mati tersangkut jaring," ujar nelayan Jatimalang, Sutaryo, kepada KRJOGJA.com.
  
Menurutnya, tidak ada tujuan menangkap mamalia yang dilindungi itu karena target tangkapan nelayan adalah bawal putih dan tengiri. Timbul, katanya, mengaku tidak menyangka ada lumba-lumba terjerat jaring yang dipasang sekitar tiga kilometer di selatan pantai Jatimalang.

Timbul melaut untuk mengangkat jaring, namun ketika ditemukan lumba-lumba, mereka kompak kembali ke darat. Ikan tersebut juga ditarik untuk dimakamkan di pantai. "Kami kasihan, kalau hidup pasti akan dilepas, tapi ini mati. Jadi kami kubur seperti manusia dengan dibalut kain mori dan didoakan," katanya.
  
Belasan lumba-lumba kerap ditemui nelayan di perairan Samudera Hindia. Namun fenomena binatang itu tersangkut jaring, baru pertama kali terjadi di Jatimalang. "Belum pernah kejadian, dulu pernah ada lumba-lumba terdampar, tapi masih hidup dan kami kembalikan ke laut," tuturnya.

Tokoh masyarakat Jatimalang Suprapto mengemukakan, nelayan memperlakukan lumba-lumba layaknya manusia karena mereka menganggap mamalia itu binatang istimewa. "Lumba-lumba menemani nelayan ketika melaut, bahkan bisa jadi penolong. Jadi kami sedih kalau sampai tersangkut jaring dan mati, namun sama sekali tidak ada niatan menjerat mereka," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI