Tetap Semarak, Meski Diwarnai Turunnya Hujan Deras

MAGELANG, KRJOGJA.com – Hujan deras mewarnai pawai ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940/2018 di Magelang, Jumat (16/3/2018) petang. Bahkan sepanjang perjalanan dari halaman Artos Mall hingga Pura Wira Buana Akmil Magelang hujan masih tetap mengguyur, dan sesekali curahnya deras. Bahkan guyuran hujan juga menambah semangat peserta pawai. Dua ogoh-ogoh yang berwujud raksasa juga diusung, dan di lokasi tertentu diangkat lebih tinggi serta diputar-putar dengan diiringi irama musik khas Bali yang ditabuh beberapa orang.

Ketua Cendekiawan Hindu Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang, yang juga Perwira Staf Khusus Kadisbintal AD Mabes TNI AD, Kol CAJ Drs I Gede Suardiasa kepada KRJogja.com diantaranya mengatakan kalau sebelumnya cuaca cukup cerah dan udara terasa agak panas. Namun menjelang pawai, turun hujan dan berlangsung lama. Karena ditunggu hujan tetap tidak reda, dan hari semakin senja, pawai pun dimulai.

Ketua PHDI Kabupaten Magelang I Gede Suarti secara terpisah mengatakan ada ceritera tersendiri dengan penampilan 2 ogoh-ogoh. Ceritera ini berkaitan dengan upaya mencari Tirta Pewitra untuk mencapai kesempurnaan. Diceriterakan, perjalanan Bima atas perintah gurunya menuju ke goa yang ada di Gunung Chandramuka guna mencari Tirta Pewitra. Namun air yang dicarinya tidak ditemukan, dan diobrak-abriklah goa tersebut. Dua raksasa, Rukmuka dan Rukmakala, keluar dari dalam goa karena merasa terusik oleh kedatangan Bima dan tidak terima tempat tinggalnya diacak-acak. Terjadilah peperangan antara Bima melawan 2 raksasa tersebut.

Ini menggambarkan seorang manusia, yang dalam ceritera ini digambarkan dengan keberadaan Bima, harus selalu berjuang mengalahkan sifat nafsu duniawi yang kadang menghalangi usaha untuk menuju tercapainya kesempurnaan.

Baik I Gede Suardiasa maupun I Gede Suarti membenarkan kalau Hari Raya Nyepi tahun ini bersamaan waktunya dengan Hari Raya Saraswati, dan ini jarang ditemui kedua hari raya waktunya bersamaan. Karena itu kegiatan persembahyangan di Pura juga dilakukan 2 kali, yaitu persembahyangan Hari Raya Nyepi dan tepat pukul 00.00 dilakukan persembahyangan Hari Raya Saraswati hingga sekitar pukul 02.00.

Sementara itu pawai ogoh-ogoh ini memperoleh perhatian masyarakat, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang sudah berada di Artos Mall lebih awal. Bahkan pawai ini juga dapat menjadi wahana wisata tersendiri. General Manager Artos Mall Otniel Hanung mengatakan pawai ogoh-ogoh ini kali juga menjadi hiburan yang berbeda dan wujud kerukunan umat beragama di Magelang. Kegiatan pawai seperti ini diharapkan akan mampu meningkatkan jumlah pengunjung di Artos Mall. Meskipun hujan turun cukup deras, penonton tetap setia menunggu hingga pertunjukan dimulai. Tampak kerumunan penonton di halaman depan Artos Mall. Ada diantara mereka yang sengaja datang ke Artos Mall untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh bersama keluarganya.(Tha)

BERITA REKOMENDASI