Tidak Memenuhi Syarat, 314 Pelamar CPNS Purworejo Ajukan Sanggahan

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sedikitnya 314 pelamar formasi CPNS Kabupaten Purworejo yang masuk dalam kategori tidak memenuhi syarat (TMS) mengajukan sanggahan. Panitia telah menjawab sedikitnya 134 sanggahan yang masuk pada Senin (16/12). Sementara hingga Selasa (17/12) siang, situs SSCN kembali menerima sanggahan dari 180 pelamar Purworejo.  

Para pelamar meminta klarifikasi mengapa berkas yang mereka kirimkan tidak berhasil lolos seleksi administrasi. "Mereka berhak untuk meminta klarifikasi, tetapi tidak diperbolehkan lagi untuk memperbarui data dengan mengirimkan berkas baru. Sudah tidak ada celah pada sistem untuk proses pengiriman berkas baru," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purworejo, drg Nancy Megawati MM, kepada KR, Selasa (17/12).

Menurutnya, masa sanggah berlaku mulai pengumuman 16 Desember 2019 hingga 18 Desember 2019. Admin di kabupaten yang mendapat tembusan sanggahan itu memverifikasi ulang berkas dan memberi jawaban kepada pelamar.

Ada kemungkinan pelamar tersebut berubah status dari TMS menjadi memenuhi syarat (MS). Hal itu, kata Nancy, terjadi apabila ada kesalahan pada verifikator ketika memeriksa berkas.
Pengumuman sanggah dilaksanakan pada 26 Desember 2019 oleh sistem SSCN dan pengumuman final 27 Desember 2019. "Misal ada perubahan nama program studi dan pelamar sudah melengkapi dokumen pendukungnya, namun dokumen itu tidak sempat terbaca verifikator mungkin karena faktor kelelahan. Jika itu yang terjadi bisa kemungkinan pelamar lolos," ungkapnya.

Sebanyak 857 dari 7.017 pelamar formasi CPNS di Purworejo dinyatakan TMS. Sebanyak 6.160 pelamar dinyatakan MS dan berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang.

Kabid Perencanaan dan Pengembangan Karir BKD Purworejo Fitri Edhi Nugroho menambahkan, pelamar TMS kebanyakan karena kesalahan pada penulisan surat lamaran, kualifikasi pendidikan tidak sesuai jabatan yang dipilih, persyaratan dokumen yang tidak sesuai aturan. Selain itu, ada pelamar yang asal-asalan memasukkan berkas lamaran. "Ada yang mendaftar, tapi sepertinya hanya untuk main-main, satu pelamar mengunggah gambar sate pada kolom foto diri dan jalan raya pada berkas lamarannya," tuturnya.

Selain itu, ada satu calon pelamar yang gagal mendaftar karena nomor induk kependudukannya (NIK) sudah dipakai oang lain. "Ada satu calon datang ke BKD minta bantuan karena NIK-nya dipakai orang, dan kami sampaikan ke help desk BKN. Tapi setelah coba registrasi dan login ulang, sepertinya pelakunya ini sadar, sehingga dilakukan semacam blokir, hingga gagal," tegasnya.(Jas)

 

 

BERITA REKOMENDASI