Tidak Sekadar ‘Kanca Wingking’ Istri Harus Jadi Partner Kades

Editor: Ary B Prass

MAGELANG, KRJOGJA.com – Zaman dahulu, seorang istri sering hanya dianggap sebagai ‘konco wingking’ atau teman belakang. Sehingga ada ungkapan dalam Bahasa Jawa, jika seorang istri itu hanya bisa 3 M, yakni ‘macak, mangan dan manak’ atau bersolek, memasak dan melahirkan.

Kini hal itu berlahan mulai hilang. Seorang istri harus bisa menjadi pendamping suami. Apalagi jika suami adalah seorang pemimpin di desa atau Kepala Desa (Kades). “Menjadi seorang Kades itu dilindungi oleh Undang-undang Desa, bisa membuat peraturan desa, peraturan kepala desa, bisa menggerakkan dan bisa mengerjakan apa yang ada di desanya, juga bertanggung jawab terhadap berbagai hal,” kata Anggota Komisi V DPR RI, Ir H Sudjadi, dalam sosialisasi IV Pilar Kebangsaan di Hotel Grand Artos Magelang, Selasa (23/11/2021).

Dalam kegiatan ini, dihadiri sejumlah istri kepala desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang.  Diantaranya dari wilayah Kecamatan Kajoran, Kaliangkrik, Mertoyudan, Pakis, Salaman, dan Windusari. Usai sambutan, dilanjutkan diskusi bersama istri Ir Sudjadi, drg Rektna Arimurti MM, tentang bagaimana peran seorang ibu bisa menjadi pendamping suami.

Dari kegiatan ini, pihaknya berharap para istri kades tahu program apa yang ada di desa masing-masing. Maka sesampai rumah diminta untuk bertanya kepada suaminya, apa saja program kegiatan di desa, termasuk asal program itu dari mana. “Bukan apa-apa, itu merupakan hak karena sudah jadi istri pemimpin. Kini menjadi istri kepala desa, fungsinya bisa menggerakkan kegiatan PKK, Posyandu, Polindes, maupun kegiatan lain. Jadi sama-sama bisa menggerakan orang banyak,” tegasnya.

 

BERITA REKOMENDASI