Tiga Desa di Purworejo Terendam Banjir

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Purworejo sejak Selasa (9/2) sore, menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Genangan dilaporkan terjadi di Desa Brengkol Kecamatan Pituruh, Wingko Sanggrahan di Kecamatan Ngombol, serta Desa Tlepok Wetan Kecamatan Grabag. Sedikitnya ratusan rumah di lima desa itu terendam.

Sejumlah sungai yang dilaporkan meluap antara lain Sungai Lesung di Kecamatan Pituruh dan merendam ratusan rumah milik 264 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Sigenuk, Kliwonan, Keputihan, dan Kedungringin. Banjir mulai menggenang pukul 18.00 dan surut pukul 21.30 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo tetap menyalurkan bantuan logistik dan bak penampungan air bersih berkapasitas seribu liter. “Semua warga yang sempat mengungsi, sudah kembali ke rumah mereka,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Drs Sutrisno MSi, kepada KRJOGJA.com, Rabu (10/02/2021).

Banjir di Desa Wingkosanggrahan terjadi akibat luapan Sungai Sirending yang mengalir di tengah desa. Genangan merendam kawasan permukiman terdiri atas ratusan rumah hingga kedalaman satu setengah meter. Genangan juga mengakibatkan ruas jalan kabupaten penghubung Desa Jenar Wetan Kecamatan Purwodadi dan Sangubanyu Grabag, terputus.

Banjir mengganggu aktivitas 200 KK. Relawan gabungan BPBD Purworejo, TNI, Polri, dan lembaga swasta, melakukan evakuasi dengan sejumlah perahu karet. “Kami keliling permukiman dan mengajak warga untuk mengungsi. Namun, ratusan warga memilih bertahan di rumah mereka, dan kami hanya bisa mengevakuasi beberapa lansia dan anak-anak ke balai desa,” terangnya.

Warga, lanjutnya, memilih bertahan karena meyakini banjir akan cepat surut. Selain itu, sebagian besar rumah di Wingko Sanggrahan dibangun dengan fondasi lebih tinggi dari tanah sekitar untuk mengantisipasi banjir.

Banjir di Desa Tlepok Wetan menggenangi permukiman dan mengganggu aktivitas 65 KK. Genangan itu disebabkan luapan Sungai Dungus. “Banjir di desa-desa itu biasanya cepat surut, namun jika hujan lebat kembali mengguyur bisa jadi bertahan lebih lama. Kami tetap siagakan personil dan peralatan untuk antisipasi bencana susulan,” tegasnya.

Warga Wingkosanggrahan Panggih mengatakan, air mulai menggenangi permukiman pukul 24.00. Kenaikan air berlangsung cepat bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur desa. “Paling dalam hingga satu setengah meter. Namun tidak ada korban,” katanya.

Banjir merupakan peristiwa rutin di Wingko Sanggrahan. Bahkan sejak September 2020, banjir melanda sebanyak enam kali. “Sudah sering, tapi biasanya cepat surut, baru kali ini sepertinya agak awet genangannya,” tuturnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI