Tiga Hari, Pasien Covid-19 Purworejo Bertambah Delapan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo, bertambah delapan pasien dalam tiga hari terakhir. Dua pasien termasuk dalam klaster Pasar Suronegaran, dua ASN di Butuh, satu anggota kepolisian, pria karyawan swasta yang baru pulang dari Makasar, dan dua perempuan belum diketahui sumber penyebarannya.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Purworejo dr Tolkha Amarudin Sp P mengatakan, delapan warga tersebut terbagi dalam beberapa klaster penyebaran. Seperti untuk klaster pasar, ada dua pedagang yang sebelumnya berstatus PDP dan dirawat di RSUD Dr Tjitrowardojo. “Hasilnya Kamis ini keluar, terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Kamis (16/07/2020).

Menurutnya, untuk dua pasien perempuan yang belum diketahui asal usul penularannya salah satunya juga berprofesi sebagai pedagang di Pasar Suronegaran. Keduanya memiliki hubungan ibu dan anak. Keduanya dalam kondisi tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Penelusuran juga dilakukan terhadap kelompok masyarakat lain sehingga ditemukan seorang anggota kepolisian dan karyawan swasta yang terkonfirmasi positif. “Untuk karyawan swasta, ia baru pulang dari Makasar dan tiba di Purworejo mengeluh sakit, ketika dites cepat hasilnya reaktif dan swabnya juga positif terkonfirmasi,” terangnya.

Sementara untuk dua ASN dijaring dari uji swab massal yang dilakukan gugus tugas di Puskesmas Butuh. Tes swab itu berawal dari adanya 23 petugas KPU di wilayah Puskesmas Sruwohrejo dan Butuh yang reaktif RDT.
Tim gugus membawa 46 Virus Transfer Media (VTM) untuk sampel uji swab. “Kami bawa 46 VTM, karena RDT hanya 23 yang diswab, jadi masih ada sisa, maka ditawarkan kepada masyarakat,” terangnya.

Sejumlah warga ikut dan hasilnya dua terkonfirmasi positif. Adapun 23 pemilik RDT reaktif, justru hasil swab dinyatakan negatif Covid-19. “Para pasien kondisinya sehat dan tanpa gejala, sekarang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, di bawah pengawasan tim gugus kecamatan. Kami terus telusuri kontak eratnya untuk antisipasi adanya penularan,” ucapnya.

Menurutnya, meningkatnya kasus beberapa hari terakhir diduga berkaitan dengan mulai kurang tertibnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. “Mengenai pembatasan kembali atau tidak, akan kita bahas. Tapi aturan Perbup Percepatan Penanganan Covid-19 akan semakin diperketat penerapannya,” tegasnya.

Ditambahkan, upaya pengendalian kasus akan dilakukan secara masif hingga ke desa. Gugus bahkan tengah menjadwalkan uji swab di desa. Gugus juga masih memiliki kuota RDT untuk 2.000 sampel.

“Bukan untuk menakuti, tapi demi mengedukasi mereka. Warga perlu diedukasi untuk tidak takut, tapi jangan meremehkan Covid-19,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI