‘Tilep’ Dana Desa, Kades Karangrejo Ditangkap Polisi

WONOSOBO (KRjogja.com) – Diduga menggelapkan kucuran Dana Transfer Desa (DTD) dari pemerintah pusat, Ut (47), Kades Karangrejo Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo ditangkap polisi. Dana puluhan juta yang sedianya untuk Pos Penyertaan Modal BUMDes dan Fasilitas Kegiatan Pemuda dan Olahraga di desa setempat, ternyata digelapkan untuk kepentingan pribadi.
 
Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan didampingi Kasatreskrim AKP Suharjono Kasubag Humas AKP Agus Priyono, saat gelar kasus, Kamis (5/1), mengungkapkan, total kerugian negara dari kasus korupsi dilakukan oknum kades ini mencapai Rp 67 juta. Dana dari pemrintah pusat disalurkan melalui Pemkab Wonosobo tersebut sedianya diperuntukkan untuk Pos Penyertaan Modal BUMDes senilai Rp 50 juta dan Fasilitas Kegiatan Pemuda dan Olahraga Rp 17 juta.
 
Setelah menerima kucuran dana, jelas Kapolres, uang tersebut bukannya direalisasikan untuk kegiatan semestinya, tetapi justru ditilep masuk kantong pribadi dan digunakan untuk bisnis ternak ayam petelur. Akibatnya target program di desa tersebut tidak tercapai pada akhir tahun anggaran, sehingga negara dirugikan mencapai Rp 67 juta.
 
Kasus ini sebenarnya sudah tercium warga sejak Mei 2016, sehingga pelaku sempat mengembalikan uang ke kas desa melalui Bendahara Desa Karangrejo sebesar Rp 50 juta. Selain itu pelaku juga menyerahkan uang ke pemuda melalui PB_Cakra Karangrejo senilai Rp 2 juta dan Bendahara Urusan Pemuda Rp 15 juta. “Semuanya diserahkan pada bulan Mei 2016. Padahal seharusnya sudah direalisasikan pada periode anggaran 2015,” ujar Kapolres.
 
Ditargetkan pada Januari 2017 ini, proses penyidikannya sudah dinyatakan lengkap (P21). Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 subsider Pasal 8 jo Pasal 18 Undang Undang RI No.31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah Undang-undang RI No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. (Art)

BERITA REKOMENDASI