Tingkatkan Literasi, Kemiri Lor Bangun Perpusdes

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Kemiri Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo membangun Perpustakaan Desa (Perpusdes) Sumber Ilmu. Perpusdes itu dibangun untuk meningkatkan literasi dan kesejahteraan warga setempat.

Perpusdes dibangun menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahap dua tahun 2019. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Drs Sigit Budi Mulyanto MM meresmikan perpustakaan itu, dihadiri sejumlah pejabat forkompimcam. "Kami alokasikan anggaran kurang lebih Rp 228 juta untuk bangunan, interior, sarana prasarana dan koleksi buku. Perpusdes untuk meningkatkan literasi masyarakat," kata Kepala Desa Kemiri Lor Sri Sumarni SPd, kepada KRJOGJA.com, Selasa (03/12/2019).

Menurutnya, ide mendirikan perpusdes mengemuka melihat besarnya potensi yang dimiliki masyarakat. Untuk mengubah potensi menjadi kekuatan nyata, katanya, masyarakat membutuhkan ilmu pengetahuan dan keinginan mengembangkan diri.

Kebutuhan ilmu itu, katanya, dapat dicukupi dengan literatur yang menjadi koleksi perpusdes. Perpustakaan itu memiliki kurang lebih seribu buku koleksi. Kebanyakan buku bertema ekonomi, budidaya pertanian, peternakan, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.

Perpustakaan juga dibangun di dekat TK Nurul Hidayah Kemiri Lor. Sri Sumarni menyebut, keberadaan bangunan dekat TK memudahkan orang tua yang menunggu anaknya belajar, untuk mengakses perpusdes.

"Sambil menunggu mereka bisa baca buku, lalu paling utama lagi, setelah tahu ilmunya, bisa langsung dipraktikkan di perpusdes. Maka ketika pulang ke rumah para ibu ini memiliki bekal pengetahuan yang bisa diaplikasikan untuk meningkatkan pendapatan keluarga," terangnya.

Perpusdes Sumber Ilmu, katanya, tidak sekedar untuk tempat baca buku. Bangunan itu juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan nonformal, kesenian anak dan pemberdayaan masyarakat. "Kami kerjasama dengan lembaga seni dan pendidikan nonformal, desa ingin perpusdes yang dinamis dengan berbagai kegiatan," tegasnya.

Pemdes akan mengembangkan perpusdes itu hingga memiliki sistem multimedia dan teknologi informasi yang baik. "Mimpi kami selanjutnya adalah mengembangkan audio visual, aplikasinya kelak misalnya warga bisa nonton bareng (nobar), sehingga selain meningkatkan literasi, perpusdes juga jadi wahana hiburan dan wisata edukasi," paparnya.

Pegiat Komunitas Terasseniku Kemiri Lor Aan Ontoceno menambahkan, perpusdes menjadi magnet kegiatan warga setempat. "Tentu kami sambut positif, komunitas seni bisa beraktivitas di perpusdes. Kami siap berkolaborasi mengadakan kegiatan belajar menggambar, mewarnai dan dongeng untuk anak," tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI