Tingkatkan Mutu Produksi, Pembatik Cap Temanggung Ikuti Sertifikasi Kompetensi

Dia mengatakan kebetulan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik baru ada satu di Indonesia yang berkedudukan di Semarang.

“Tahun ini kami melakukan sertifikasi sebanyak 625 orang se-Indonesia. Karena situainya masih seperti ini, banyak daerah yang belum siap kaitannya dengan pandemi Covid-19,” kata Rahayu yang juga Manajer Pemasaran Lembaga Sertifikasi Profesi Batik.

Dia mengatakan dengan kompetensi, diharapkan adanya suatu pengakuan. Pengakuan ini tidak hanya dari Temanggung tetapi secara nasional maupun internasional, karena sertifikat ini berlaku internasional.

“Kami hanya sebagai pelaksana, sedangkan yang menerbitkan sertifikat adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” katanya.

Dia menyampaikan batik sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia adalah kekayaan yang patut dijaga, terutama tidak sekadar produk batik, namun juga SDM batik.

BERITA REKOMENDASI