Tradisi Grebeg Lowano Dihidupkan Kembali

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Masyarakat Desa Loano Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo menggelar Grebeg Lowano, Minggu (6/11). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Raya Purworejo – Magelang menyaksikan arak-arakan gunungan dan tumpeng.

 

Sebanyak 13 ancak berisi tumpeng dan 3 gunungan hasil bumi dibawa warga dengan rute halaman Masjid As Sakinah Tanuprayan hingga Masjid Jami Al Iman Loano. Kereta kencana yang dinaiki kepala desa serta sejumlah pejabat Pemkab Purworejo juga ikut diarak.

Selesai diarak, gunungan dan tumpeng didoakan kiai desa. "Setelah doa, ratusan warga berebut berbagai makanan yang dalam ancak dan gunungan," ungkap Sutanto, Kepala Desa Loano, kepada KRjogja.com.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan usaha desa dalam nguri-uri kebudayaan. Selain itu, Grebeg Lowano juga mengenang kembali perjuangan para adipati yang pernah memimpin Kadipaten Lowano. "Sembilan adipati, mulai Pangeran Haryo Bangah yang mendirikan Kadipaten Lowano sekitar tahun 1200 Masehi, kemudian sembilan raja penerusnya dan ditutup Adipati Gagak Handoko. Grebeg menjadi sarana mengenalkan kearifan lokal Loano kepada masyarakat," terangnya.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo, DPRD dan sejumlah tokoh masyarakat hadir. Sementara Bupati Agus Bastian SE MM tidak hadir, namun diwakilkan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Tri Handoyo MM.

Tri Handoyo mengatakan, pemerintah mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan warga Loano. Selain mempertahankan budaya, katanya, kegiatan itu juga bisa menjadi daya tarik wisata. "Ada manfaat lain, apabila dikelola dan dipromosikan dengan maksimal, akan mampu menarik pengunjung," tuturnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI