Tradisi Unik ‘Rejeban Plabengan’ Sedot Perhatian Wisatawan

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petani tembakau di lereng Gunung Sumbing di Dusun Cepit, Desa Pagergunung, di Kabupaten Temanggung menggelar tradisi "Rejeban Plabengan" sebagai wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, Jumat (30/3/2018).

Tradisi tersebut juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Temanggung. Tidak hanya warga sekitar, ratusan warga dari luar daerah Temanggung pun turut dalam tradisi tersebut.

Kades Pagergunung Sukarman mengatakan tradisi Rejeban Plabengan sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan dan untuk melestarikan budaya peninggalan nenek moyang.

"Kami berharap limpahan nikmat dan rizki dari Tuhan melimpahkan dan warga meningkat kesejahteraanya," katanya.

Dia mengmemukakan tradisi Rejeban Plabengan tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu, yakni untuk tumpengan besar tahun lalu hanya satu buah, saat ini ada tujuh buah tumpengan besar dari tujuh rukun tetangga (RT) di Desa Pagergunung.

Tradisi, katanya diawali dengan  kegiatan pengambilan air di wilayah Gunung Sumbing oleh tujuh orang utusan Dusun Cepit pada Kamis (29/3/2018), kemudian malamnya digelar tahlilan obor, dan shalawatan. Setelah Rejeban Plabengan selesai dilanjutkan pentas kesenian tardisional.

Pada tradisi tahunan yang diselenggarakan setiap hari Jumat Wage pada bulan Rajab ini, terangnya, warga membawa tenong berisi nasi tumpeng, pisang, ingkung ayam serta lauk pauk lainnya ke Bukit Plabengan yang terdapat makam sahabat Ki Ageng Makukuhan. " Ki Ageng Makukuhan dipercaya masyarakat setempat sebagai penyebar agama Islam di wilayah Temanggung dan sekitarnya," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Woro Andijani mengatakan ritual di Dusun Cepit ini menarik bagi wisatawan, karena ada keunikan di dalamnya, antara lain dalam membawa makanan warga menggunakan tenong.

"Jadi sangat unik dan khas, saat mereka berangkat atau pulang dari Bukit Plabengan, barisan warga yang memikul tenong tersebut menjadi bidikan para fotografer, apalagi panorama di sekitar berupa ladang sayuran dengan latar belakang gunung sehingga menarik sekali," katanya.

Disampaikan pengunjungnya dari tahun ke tahun terus bertambah, bukan hanya dari warga Temanggung saja, tetapi juga dari daerah lain, bahkan ada turis dari Prancis.

Dikatakan Desa Pagergunung merupakan desa wisata dari 10 desa wisata yang ditetapkan Pemkab Temanggung. Di Desa Pagergunung, tepatnya di Dusun Cepit merupakan salah satu jalur pendakian ke puncak Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung. (Osy)

BERITA REKOMENDASI