Truk Overload Wajib Turunkan Muatan

Editor: Ivan Aditya

KLATEN (KRjogja.com) – Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten mengultimatum akan menGandangkan bus-bus yang melakukan pelanggaran berat. Selain itu tinankan tegas terhadap truk pasir yang overload tetap dijalankan, yakni dengan mewajibkan awak truk untuk menurunkan muatanya, hingga pada kapasitas normal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten Purwanto Anggono Cipto mengemukakan, pihaknya akan terus menggencarkan operasi malam hari. Hal itu untuk menindak bus-bus yang nekad melalui jalur dalam kota dan tidak memasuki terminal.

Jika sopir bus diketahui berulang kali melakukan pelanggaran, maka Dishub Klaten akan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk memberikan sanksi tegas pada perushaan bus yang bersangkutan. “Kami juga sudah koordinasi dengan polisi, kalau beberapa kali melanggar bus bisa dikandangkan,” kata Purwanto kepada KRjogja.com, Senin (14/11/2016).

“Pernah kita hentikan tetap kabur, itu kan sudah ugal-ugalan. Selain membahayakan penumpang bus, juga membahayakan masyarakat pengguna jalan lainya,” jelas Purwanto pula.

Selain itu Purwanto juga menegaskan, operasi truk pasir juga terus digencarkan. Bagi truk-truk pasir yang melanggar jalur tetap ditindak. Sedangkan untuk yang membawa muatan melebihi kapasitas, maka sopir maupun kernet wajib menurunkan kelebihan muatanya.

“Ada empat truk berjajar, kita hentikan, tidak segera mengurangi muata,malah mendekati saya dan bilang ikut kompromi saja. Saya tegaskan, turunkan kelebihan muatan. Akhirnya diturunkan juga, kalau tidak saya serahkan pada kepolisian,” tambah Purwanto.

Menurut Purwanto ketegasan itu perlu dilakukan terus menerus agar ketertiban terjaga dan juga menjAga agar jalan tidak cepat rusak. Tentang kelebihan pasir yang diurunkan oleh para awak truk, diberi kelonggaran waktu selama 24 jam untuk mengambil kembali. Jika sudah lewat 24 jam, maka pasir bisa diambil oleh masyarakat untuk kepentingan umum, seperti untuk eprbaikan jalan, gardu dan lainya. (Sit)

BERITA REKOMENDASI