Tukar Guling Puskesmas Kaliangkrik Makin ‘Bundet’

MAGELANG (KRjogja.com) – Proses pembangunan Puskesmas Kaliangkrik Kabupaten Magelang, menuai masalah. Pasalnya, hingga proses lelang diluncurkan, status tanah yang akan didirikan bangunan tersebut belum jelas.

Dalam laman LPSE Kabupaten Magelang, nilai pembangunan Puskesmas tersebut mencapai Rp 3,4 Miliar. Saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 30 pendaftar lelang. ”Yang menjadi persoalan adalah status tanah yang saat ini akan digunakan belum jelas,” kata Anggota DPRD Kabupaten Magelang, M Sahid, Senin (01/08/2016) malam.

Di sisi lain, proses pemindahan puskesmas ini juga tidak melibatkan masyarakat. Mengingat saat ini, calon lokasi yang baru jauh dari pusat kecamatan. ”Banyak yang lebih setuju jika Puskesmas Kaliangkrik dibangun kembali di lokasi awal. Karena ketersediaan lahan juga masih mencukupi,” katanya.

Menurutnya, tanah yang akan dibangun puskesmas berstatus tanah bengkok Desa Giriwarno Kecamatan Kaliangkrik. Tanah yang akan dibangun berada di pinggir jalan dengan luas hampir 2500 M2. Menurutnya, proses tukar guling tanah bengkok untuk kepentingan umum tidak jadi masalah. Asal tetap mematuhi aturan yang tertuang dalam Permendagri 4/2007. Dimana, proses ganti rugi sesuai dengan harga yang menguntungkan desa dan memperhatikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). ”NJOP di sana sekitar Rp 250 ribu,” ujarnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI