Tuna Susila Dominasi Rumah Perlindungan Sosial

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Hunian rumah perlindungan sosial (RPS) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Temanggung didominasi oleh tuna susila, meski di kabupaten tersebut tidak ada tempat hiburan malam dan lokalisasi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Temanggung Widiharso Kamis (4/8) mengatakan sepanjang 2015 tercatat 40 orang sedangkan sejak Januari hingga Juli 2016 sebanyak 27 orang. " Mereka terjaring di sejumlah penginapan saat petugas gabungan menggelar razia," katanya.

Dikatakan harus menjadi keprihatinan semua pihak adanya praktek prostitusi di Temanggung yang dikenal relijius. Mereka yang tertangkap tersebut merupakan sebagian kecil, sebab tidak setiap hari petugas menggelar razia serupa, melainkan pada waktu tertentu. Usia mereka dari anak-anak hingga nenek-nenek.

Dia membandingkan hunian RPS untuk psikotik atau orang gila pada 2015 sebanyak 27 orang, gelandangan (25), anak terlantar (4), dan kriminal (6). Sampai Juli 2016, untuk psikotik (38), gelandangan (12) dan anak terlantar (11). Pada 2016 ini Dinsos baru menggelar 2 kali razia, dari sedikitnya delapan razia yang direncanakan.  Sedangkan institusi lain seperti Polres dan Satpol PP telah beberapa kali menggelar razia terutama menjelang dan pada Ramadan.

Mereka yang terjaring razia, terangnya, akan mendapat pembinaan di Dinsos. Selama pembinaan ini mereka menginap di RPS untuk selanjutnya dikembalikan pada keluarganya. Tetapi untuk yang sakit seperti psikotik dibawa ke rumah sakit untuk diobati. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI