Tunggakan BPJS Kesehatan Mandiri Rp2,7 M

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Tunggakan iuran BPJS Kesehatan kepesertaan mandiri di Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Temanggung mencapai  48 persen. Nilai tunggakan iuran tersebut mencapai Rp 2,7 miliar.

" Target pendapatan sampai Juni 2016 untuk iuran kepesertaan mandiri seharusnya Rp 5,7 miliar, tapi baru  Rp 3 miliar," kata Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Temanggung, Susilo Budi Iswati, Jumat (12/08/2016).
    
Menurut Susilo alasan peserta tidak membayar iuran, antara lain orang yang bersangkutan tidak mampu dan sengaja tidak mau membayar. Mereka yang sengaja tidak mambayar itu dipandang rendah kesadarannya. Upaya yang telah ditempuh adalah melakukan penagihan melalui pengiriman pesan singkat (SMS), surat, dan telepon.

Disampaikan sesuai aturan lama bila ada tunggakan hingga enam bulan maka kartu BPJS tidak bisa digunakan. Tetapi berdasarkan peraturan baru, yakni Peraturan Presiden nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, bila satu bulan tidak membayar iuran maka kartu BPJS langsung tidak bisa digunakan.

" Peserta harus melunasi tunggakan jika ingin mengaktifkan lagi kepesertaannya. Peraturan baru tentang BPJS itu mulai berlaku per 1 Juli 2016," tegasnya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI