Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan di Temangung Capai Rp 2,3 M

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan ratusan perusahaan di Kabupaten Temanggung mencapai Rp 2,3 miliar. Tunggakan itu dikarenakan kondisi keuangan perusahaan yang kurang bagus.

“Ada ratusan perusahaan hingga saat ini menunggak pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,” kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Temanggung, Albertus Wahyudi Setya Basuki kepada KRJOGJA.com, Senin (24/02/2020).

Dia mengatakan lamanya tunggakan bervariasi antara satu hingga lebih dari enam bulan. Kategori lancar dengan waktu tunggakan 1-3 bulan, kurang lancar antara 3-6 bulan, diragukan menunggak selama enam bulan ke atas.

“Mereka yang menunggak rata-rata perusahaan perkayuan, karena kondisinya sekarang kurang bagus, hal itu yang kebanyakan dikeluhkan oleh pengusaha, jadi enggak bayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Ia mengemukakan terkait perusahaan yang belum membayar iuran tersebut, pihaknya sudah menyurati perusahaan untuk segera membayar. BPJS Ketenagakerjaan juga akan memverifikasi penyebab keterlambatan pembayaran tersebut.

Hingga sekarang masih banyak perusahaan di Temanggung yang belum ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, terutama yang skala mikro dan kecil. Berdasarkan data di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Temanggung, jumlah perusahaan skala mikro dan kecil mencapai sekitar 5.000 an perusahaan.

Dia mengatakan ke depan, sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan akan menyasar perusahaan-perusahaan skala mikro dan kecil tersebut. Kepesertaan pekerja pada BPJS Ketenagakerjaan sebagai hal keharusan, yakni kewajiban dari pemberi kerja untuk mengikutkan.

“Hak pekerja diikutkan dalam BPJS. Sebenarnya dampaknya baik karena pekerja menjadi tenang dan semangat dalam bekerja,” katanya. (Osy)

BERITA TERKAIT