UMK Purworejo 2020 Diusulkan Rp 1.845.000

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Purworejo mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2020 sebesar Rp 1.845.000 perbulan. Usulan itu naik 8,51 persen dibandingkan UMK tahun 2019 yang ditetapkan Rp 1.700.000 perbulan.

Kepala Dinperinaker Purworejo Gathot Suprapto mengatakan, penentuan usulan UMK 2020 dilakukan dengan metode yang lebih mudah. Perhitungan kenaikan berdasar besaran inflasi tahun berjalan dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). "Metodenya tidak rumit, selain itu prosesnya juga tetap sesuai kesepakatan dengan pengusaha dan pekerja," katanya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Senin (11/11/2019).

Usulan tersebut sudah dikirimkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Gubernur akan menetapkan UMK secara serentak pada 21 November 2019.

Menurutnya, UMK akan diberlakukan merata untuk seluruh perusahaan. Tidak ada klasifikasi perusahaan besar dan kecil dalam pembayaran upah. "Seluruh perusahaan, apapun skalanya, wajib memenuhi kewajiban UMK. Bahkan lembaga nonprofit yang mempekerjakan orang lain pun wajib membayar sesuai UMK," tegasnya.

75 Persen komposisi UMK merupakan gaji pokok, sedangkan 25 persen tunjangan pokok. "Besarannya sesuai ketetapan, namun untuk persentasenya bisa menyesuaikan. Kalau pengusaha membayar lebih besar, tentunya sangat menggembirakan," tuturnya.

Gathot berharap pemprov menetapkan UMK sesuai jadwal yang direncanakan. Setelah penetapan itu, dinas akan melakukan sosialisasi UMK 2020 dengan mengundang serikat pekerja dan himpunan pengusaha.

Sosialisasi dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadi persoalan dalam penerapan UMK 1 Januari 2020. "Sosialisasi yang baik menghindari terjadinya persoalan. Selama ini belum pernah ada permasalahan terkait pelaksanaan UMK," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI