Undip Serahkan Alat Roasting Kopi PAda UMKM

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro menyerahkan dua alat roasting kopi sebagai dukungan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kopi pada komunitas pelaku UMKM pada masa pandemi Covid-19 di Temanggung, Jumat (04/12/2020).

Staf LPPM Undip Fifi Endarwati mengatakan dalam beberapa tahun terakhir LPPM telah menyalurkan bantuan setidaknya empat alat untuk mendukung produksi dan peningkatan kualitas kopi di Temanggung. “Dua alat roasting kami serahkan Jumat ini, pada pelaku industri kopi berbasis komunitas di Kecamatan Tretep,” kata Fifi Endarwati.

Dia mengatakan bantuan diusulkan dari komunitas melalui mahasiswa Undip yang melakukan KKN di sejumlah lokasi, yang diantaranya di Kecamatan Tretep. Surat diterima LPPM dan ada permohonan juga dari Bappeda setempat. Pengusulan harus didasarkan pula kajian kanfaatan.

Dia menyampaikan harapan kedepan masih ada bantuan pada pelaku UMKM dan peningkatan produksi dan kualitas produksi kopi, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Bantuan juga akan diberikan pada komunitas lain disesuaikan kebutuhan.

Asisten Bidang Kesejahteraan Gotri Wijiyanto mengatakan bentuan dari Undip telah didasarkan kajian dan seleksi, disesuaikan dengan kebutuhan komunitas dan pelaku UMKM. “Pada masa Pandemi Covid-19, diharapkan perekonomian bergeliat, bantuan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Disampaikan Pemkab Temanggung terus mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mengembalikan laju perekonomian warga, yang terganggu pada masa Pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Harapan bantuan dapat meningkatkan laju perekonomian,” kata dia.

Perwakilan pelaku UMKM Tuti Arfanti mengatakan selama ini roasting komoditas kopi dilakukan di balai desa dengan menggunakan alat milik desa. Komunitas atau pelaku UMKM perkopian harus antre dalam meroasting kopi. “Dengan bergantian dan antre ini, menjadikan tidak optimal dalam memproses kopi, baik kualitas maupun kuantitasnya,” kata dia.

Alat roasting yang diterima, tandasnya dapat memproses kopi setidaknya minimal dua kuintal dalam satu minggu. Kebutuhan akan permintaan yang selama ini kualahan, akan dapat tercukupi. Permintaan itu antara lain dari kota-kota besar, seperti Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta serta sejumlah kota di luar jawa.

“Kami memproses kopi arabika dan robusta, selain untuk permintaan pasar, kita juga bisa memenuhi untuk kebutuhan di kafe yang dikelola,” kata dia.

Dia mengemukakan pada awal pandemi ada penurunan permintaan kopi, dan seiring perkembangan dan pacuan dari pemerintah, kini mulai ada grafik peningkatan permintaan kopi. “Harapannya perekonomian dapat kembali pulih dan bahkan meningkat dibanding sebelum pandemi,” katanya sembari menyampaikan dalam penjualan di kafe juga diterapkan protokol kesehatan secara ketat untuk pengendalian penularan Covid-19. (Osy)

BERITA REKOMENDASI