Unik, 3 Pasang Nyatakan Siap Nikah di Wall Climbing UM Magelang

MAGELANG, KRJOGJA.com – Tujuh belas pasangan calon pengantin mengikuti rangkaian kegiatan gladi "Nikah Bareng Agustusan" di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) Mertoyudan Magelang, Minggu (28/7/2019). Sebelum gladi dimulai, mereka juga memperoleh pengarahan dari panitia di sebuah ruangan.

Gladi diantaranya prosesi jalan kaki dari pintu utama masuk Kampus 2 UM Magelang hingga menuju ke lokasi prosesi upacara ijab-qabul masing-masing pasangan. Sebelumnya, mereka berhenti di suatu lokasi dan saling berhadapan, untuk kemudian melepas balon yang terdapat tulisan harapan atau doa mereka.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UM Magelang Isa Ashari dan Kepala Divisi Pemberdayaan Alumni dan Career Development Center (CDC) Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) UM Magelang Irham Nugroho kepada KRJogja.com di sela-sela kegiatan gladi, Minggu, diantaranya mengatakan 17 pasangan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Magelang, tetapi ada juga dari luar Magelang. Bahkan ada juga dari luar Jawa. "Nikah Bareng Agustusan" ini digelar merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati Milad ke-55 UM Magelang Tahun 2019 dan Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019.

'Nikah Bareng Agustusan' ini akan dilaksanakan pada Tanggal 6 Agustus 2019 mendatang, dan  dikemas untuk mengakomodir semua lapisan. Itulah sebabnya kegiatan ini tidak seperti yang lain, yang hanya mengakomodir di wilayah sekitar, sehingga pesertanya tidak hanya dari sekitar Kampus UM Magelang, tetapi juga ada dari Sumatera, Kalimantan maupun lainnya.

Untuk pernikahan 17 pasang calon pengantin ini dilakukan di lokasi yang berbeda. Ada 4 titik lokasi yang akan menjadi tempat upacara prosesi pernikahannya, diantaranya di crane. Baik pasangan calon pengantin dan penghulunya nantinya berada di atas crane untuk melaksanakan proses ijab-qabulnya. Juga ada di ruang siaran radio Unimma milik UM Magelang. Juga prosesi upacara pernikahan di ruang laboratorium UM Magelang, pakaian yang dikenakan pasangan calon pengantin dan penghulunya juga akan menyesuaikan lokasi.  

Prosesi upacara pernikahan juga ada yang dilaksanakan di wall clambing atau tempat panjat tebing. Baik pasangan calon pengantin maupun penghulunya nantinya akan dinaikkan menggunakan tali panjat tebing untuk melaksanakan upacara ijab qabulnya pada ketinggian sekitar 4 meter. Saksi nikah nantinya juga akan berada di wall climbing. Ada 3 pasang calon pengantin yang Minggu kemarin menyatakan siap untuk mengikuti proses pernikahan di wall climbing, dan mereka juga sudah mengikuti gladi.(Tha)

BERITA REKOMENDASI