Unimma Jalin Kerjasama Pendampingan Pemberdayaan Petani

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Banyak langkah ditempuh Muhammadiyah dalam penanggulangan Covid-19. Selain jalur kesehatan dan pendidikan, juga melalui pertanian dengan pemberdayaan petani guna tercapainya ketahanan pangan.

“Melalui asupan produk pertanian yang sehat, akan pula mendukung tercipta imun tubuh yang baik untuk kesehatan,” kata Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah Dr Nurul Yamin, Sabtu (08/11/2020).

Dia mengatakan pada Jumat (07/11/2020) lalu digelar diskusi dan penandatanganan nota kesepahaman berisi jalinan kerjasama pendampingan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan petani di Magelang.

Nurul Yakin mengatakan PP Muhammadiyah sangat mendukung sekolah petani. Di sekolah itu akan diberikan cara praktis dalam bertani yang kemudian terbentuk jaringan petani. “Jaringan petani dibutuhkan sebagai kekuatan untuk menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi petani,” kata dia, semberi mengemukakan perlunya edukasi bagi petani bertani di era Pandemi Covid-19.

Sementara itu, peningkatan kesejahteraan petani menjadi fokus diskusi antara petani, Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah dari Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, Klaten dan Boyolali dalam fokus group discution (FGD), Jumat (06/11/2020).

FGD yang difasilitasi Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Unimma tersebut diteken nota kesepahaman (MoU) antara Unimma dengan PP Muhammadiyah, dan Unimma dengan PD Muhammadiyah dari lima kabupaten. MoU berisi jalinan kerjasama pendampingan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan petani.

Pada nota kesepahaman tersebut Unimma diwakili rektor Dr Suliswiyadi dan PP Muhammadiyah diwakili Dr Nurul Yamin selaku ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat. Sedang dari PD Muhammadiyah dari lima kabupaten diwakili Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat masing-masing.

Rektor Unimma Dr Suliswiyadi mengatakan MoU antara lain bertujuan memberikan pemdampingan dalam upaya pemberdayaan petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani, penguatan kelembagaan bidang pertanian, dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani untuk pengembangan usaha.

“MoU juga bertujuan untuk fasilitasi kerjasama dengan berbagai pihak terkait pertanian, pendampingan dan pemberdayaan untuk kesejahteraan petani dan fasilitasi sarana dan prasarana untuk peningkatan produktivitas,” kata dia.

Dikemukakan dalam pelaksanaannya kedua pihak menggunakan fasilitas dan sarana yang ada di bawah tanggung jawab masing-masing.

Dikatakan untuk MoU antara Unimma dengan PD Muhammadiyah, kerjasama bertujuan memberikan pendampingan dalam upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong Pemerintah Daerah dalam penerapan regulasi kawasan tanpa rokok.

Suliswiyadi mengatakan Unimma akan segera menggelar sekolah petani, untuk meningkatkan kapasitas petani. “Nanti kami fasilitasi petani dengan sekolah petani, agar petani terampil dalam bertani,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI