Unit Metrologi Legal (UML) Kebumen Mulai Beroperasi

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN KRJOGJA.com – Setelah dipersiapkan selama dua tahun, akhirnya Unit Metrologi Legal (UML) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen bisa beroperasi, pasca diresmikan oleh Menteri Perdagangan pada 19 Maret 2019 lalu di Bandung bersama dengan UML dari berbagai daerah di Indonesia.

" Di tengah keprihatinan karena hanya memiliki 1 petugas penera, pasca peresmian oleh Menteri UML Kebumen langsung terjun ke 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan 4 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Kebumen yang masa berlaku validasi alat ukurnya hampir habis. Bila tak segera ditera, mereka akan kena penalti PT Pertamina," ungkap Kabid Perdagangan Disperindag Kebumen, Sri Wahyuroh SH, di sebuah SPBU di Kecamatan Buayan Kebumen, Rabu (27/03/2019).

Kendati hanya memiliki 1 petugas penera, UML Kebumen harus segera bertugas demi menjalankan amanah Undang-Undang (UU) 23/2014 yang memberikan wewenang kepada kabupaten/kota untuk menjalankan tugas kemetrologian. Apalagi UML Kebumen kini telah memiliki peralatan memadai. 

"Semula ada 2 petugas penera yang sudah dididik khusus oleh Kementerian Perdagangan, namun 1 petugas dimutasi ke Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, maka kini hanya tinggal 1 petugas," ujar Sri. 

Menurut Sri, mengingat baru beroperasi maka UML Kebumen masih berkategori sebagai lembaga embrio dan secara administrasi berada dalam kewenangan Disperindag Kebumen.

Untuk membantu petugas penera yang kini tengah dikejar 'dead line' menera alat-alat ukur di 20 stasiun bahan bakar itu, didatangkan seorang teknisi atau operator kalibrasi alat ukur (repertir) milik sebuah perusahaan jasa kalibrasi dari kota Solo.

"Setelah peneraan 20 stasiun bahan bakar itu selesai barulah kami mulai melayani masyarakat pemilik alat ukur lainnya," jelas Sri. (Dwi)

 

BERITA REKOMENDASI