UNS Bantu Kembangkan Industri Panahan di Krandegan

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) membantu pengembangan industri panahan di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Sinergi itu juga berhasil meloloskan Desa Krandegan hingga memperoleh bantuan pengembangan industri Rp524 juta dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof Dr Kuncoro Diharjo ST MT mengatakan, universitas dan Pemdes Krandegan berkolaborasi lewat platform Kedaireka Kemendikbud. Kedaireka mempertemukan antara insan perguruan tinggi (dosen dan akademisi) dengan insan industri. “Kami berharap sinergi itu dapat memperkuat kemandirian ekonomi di Desa Krandegan, yang salah satunya ditopang dari industri kecil panahan,” katanya, Jumat (5/11).

Menurutnya, UNS tertarik bersinergi dengan Krandegan antara lain karena wilayah itu dikenal luas sebagai desa mandiri. Krandegan membuat beberapa terobosan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk pengembangan UMKM di desanya.

Dikatakan, selain bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran produk panah, sinergi dua lembaga itu juga menjadi perwujudan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi para mahasiswa UNS. Mahasiswa belajar tentang digital marketing, material dan proses produksi panahan, serta bahan, proses produksi, dan material alat produksi komponen-komponen panah. “Termasuk ada materi yang berfokus padapengembangan desain wahana Kampung Dolanan Anak dan perancangan website wahana diskusi dan evaluasi konten website wahana kampung dolanan tersebut,” terangnya.

Kepala Desa Krandegan Dwinanto mengemukakan, kerja sama dengan UNS mendukung upaya desa mengembangkan potensi yang dimiliki. “Selain itu ada program Kedaireka Matching Fund, di mana kami dibantu UNS membuat proposal untuk pengembangan potensi panahan yang dikelola Bumdesa Krandegan,” ujarnya.

Ditambahkan, kegiatan yang dilaksanakan dalam program Kedaireka ini adalah FGD, lokakarya, pelatihan, pengadaan alat-alat yang digunakan dalam industri panahan, pembuatan web dan pengurusan hak paten. “Semua itu bertujuan untuk menaikkan kapasitas produksi panahan,  sekaligus menggenjot pemasarannya yang pada akhirnya menaikkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Pemdes Krandegan, lanjutnya, telah menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi untuk wahana kampung dolanan. Lahan itu akan dimanfaatkan sebagai wahana berisi aula, lapangan panahan, workshop panahan, kolam renang, pusat kuliner, dan kios UMKM. Pengembangan itu diperkirakan menelan biaya kurang lebih Rp3 miliar dan bakal dibangun secara bertahap dalam tiga tahun.(Jas)

Keterangan : Mahasiswa UNS belajar di tempat produksi panahan di Krandegan. Foto : Jarot Sarwosambodo

 

 

BERITA REKOMENDASI