Usaha Ditutup, Pengusaha Karaoke ‘Wadhul’ Bupati

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sejumlah pengusaha hiburan tempat karaoke di Kabupaten Purworejo mendatangi Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM di ruang kerjanya. Mereka meminta kebijakan bupati agar diberikan kesempatan untuk berusaha, menyusul protes warga yang mendesak penutupan usaha karaoke.

“Kita berusaha tidak untuk sendiri, tapi juga untuk menghidupi karyawan dan keluarga,” kata wakil pengusaha Karaoke Dewa Antara SH, Senin (25/2/2019) sore.

Menurutnya, dari aksi yang dilakukan para kiai, ulama, dan santri yang mendesak bupati untuk menutup tempat karaoke beberapa waktu lalu, hingga kini mereka belum berani beroperasi lagi. “Kami berupaya untuk mengajukan izin, bahkan sudah ada dua karaoke di Purwodadi dan Butuh yang sudah ada izinnya,” jelas Dewa antara.

Namun dari pihak Satpol PP Linmas dan Damkar mengaku belum ada usaha karaoke yang mengantongi izin, kecuali tempat usaha cafe. “Untuk usaha cafe memang sudah ada izin, tapi untuk karaoke belum ada,” kata Kepala Satpol PP Linmas dan Damkar Purworejo Budi Wibowo SSos MSi.

Menanggapi hal itu Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM mengatakan, tidak ada larangan usaha hiburan di Purworejo, termasuk karaoke. Namun semua ketentuan dan aturan harus dipenuhi, termasuk perizinan.

“Jika semua terpenuhi, maka usaha hiburan tidak ada masalah. Apalagi Purworejo akan menjadi kota kunjungan wisata, maka tempat hiburan dibutuhkan,” katanya.

Menurut Agus Bastian, usaha karaoke sebenarnya tidak ada masalah, namun jika ternyata menyediakan minuman keras (Miras) dan perempuan penghibur memang tidak boleh. “Di Purworejo Perda Miras nol persen, sehingga kalau ada Miras tidak boleh,” jelasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI