Usai Cuci Karpet, Denni Hanyut di Kali Progo

MAGELANG (KRjogja.com) – Satu santri Pondok Pesantren API Al-Huda Nepak Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang, yang juga siswa kelas X SMK Negeri 1 Kota Magelang Jurusan Otomotif, Denni Hananto Wibowo, belum diketahui keberadaannya setelah sebelumnya sempat hanyut di aliran Kali Progo Magelang, Minggu (18/9/2016).  

Masyarakat bersama relawan dari beberapa komunitas, SAR Kabupaten Magelang, Basarnas Jawa Tengah, anggota Polsek Mertoyudan, Polres Magelang, Koramil Mertoyudan, Kodim 0705/Magelang maupun lainnya langsung melakukan proses pencarian, baik dengan cara penyisiran menggunakan beberapa perahu karet, menyusuri tepi aliran Kali Progo maupun lainnya. Bahkan ada juga yang sudah berusaha melakukan pencegatan di beberapa titik lokasi di sepanjang aliran Kali Progo Magelang hingga perbatasan dengan wilayah Provinsi DIY.

Denni bersama beberapa santri pergi ke aliran Kali Progo, yang berjarak sekitar 300-500 meter dari Ponpes API Al-Huda Nepak, untuk mencuci karpet. Setelah selesai, karpet kemudian mereka jemur di tepi aliran sungai yang banyak bebatuannya. Sambil menunggu karpet kering, ada beberapa santri yang berpisah dengan santri lainnya untuk menyeberang ke tepi barat aliran sungai guna mandi.

Tanpa diduga Denni terseret arus sungai yang cukup deras, dan hingga beberapa meter badan Denni masih terlihat. Mengetahui hal ini santri lainnya berusaha mengejar dan memberikan pertolongan, bahkan tangannya sempat terpegang. Karena semakin lama semakin tidak kuat menarik, pegangan terlepas dan Denni pun hanyut serta tidak diketahui keberadaannya.

Proses pencarian dilakukan terus hingga Minggu petang. Karena tetap belum berhasil menemukan, proses pencarian pun tekniknya dilakukan perubahan. "Proses pencarian dilanjutkan dengan teknik pemantauan pada malam hari. Dalam proses pencarian Minggu kemarin ditemui adanya kendala, diantaranya arus Kali Progo cukup kencang dan keruh sehingga tidak dapat mengetahui secara jelas bagaimana kondisi dasar sungai. Proses pencarian di air dilakukan dengan cara meraba-raba," jelas Basuki dari Badansarnas Provinsi Jawa Tengah. (Tha)

BERITA REKOMENDASI