Vaksinasi Siswa 95 Persen, SMK TKM Terima Izin PTM Terbatas

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – SMK TKM Taman Siswa mendapat izin untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah wilayah 8. Izin diberikan setelah cakupan vaksinasi siswa di sekolah itu mencapai 95 persen.
Kepala SMK TKM Taman Siswa Ki Gandung Ngadina MPd mengatakan, hampir seluruh siswa telah mendapatkan vaksinasi dua kali. “Vaksinasi dilakukan secara mandiri oleh siswa di lingkungan tempat tinggal mereka, juga dikoordinasikan dan diselenggarakan di sekolah,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, disela vaksinasi dosis II siswa SMK TKM, Kamis (21/10).

Menurutnya, vaksinasi di sekolah diselenggarakan dengan menggandeng Kodim 0708 Purworejo. Vaksinasi tahap kedua menggunakan vaksin Sinovac itu diikuti 856 siswa. Sejumlah warga luar sekolah yang membutuhkan vaksinasi tahap kedua untuk merek vaksin yang sama, juga diperbolehkan mengikuti.

Tidak semua pelajar SMK TKM yang jumlahnya mencapai 1.048 anak, mengikuti vaksinasi. Selain sudah melakukan vaksinasi di luar sekolah, sebagian juga tidak dapat mengikuti karena sakit.

Adapun untuk guru, kata Gandung, seluruhnya telah menerima vaksinasi dua kali. “Untuk guru sudah semua divaksin dan siswa sudah 95 persen, maka sekolah menuju PTM terbatas, dengan kapasitas 50 persen,” tuturnya.

Selain vaksinasi, SMK TKM Taman Siswa juga mempersiapkan sarana cuci tangan di beberapa sudut sekolah. Bahkan ada satu unit sarana cuci tangan otomatis dengan sensor infra merah buatan siswa, dipasang untuk menghindari sentuhan. “Kami juga memasang disinfektan otomatis di pintu gerbang, sementara untuk ruang kelas, kami semprot disinfektan secara rutin,” terangnya.
Dikatakan, PTM terbatas merupakan harapan guru dan siswa. Sebab, lanjutnya, ada beberapa praktikum yang harus dikerjakan di sekolah. Selain itu, pembangunan karakter tidak dapat dilakukan apabila pembelajaran dilaksanakan secara daring karena siswa harus melihat dan mencontoh langsung guru mereka.

Dalam PTM terbatas, siswa tidak masuk selama seminggu penuh. Setiap anak rata-rata berangkat ke sekolah dua kali dalam seminggu. “Harapan kami pandemi benar-benar terkendali, sehingga pembelajaran berangsur kembali normal,” tandasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI