Warga Bener dan Gebang Terima UGR Puluhan Miliar

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 444 warga Kecamatan Bener dan Gebang di Kabupaten Purworejo menerima pembayaran uang ganti rugi (UGR) tanah terdampak pembangunan Bendungan Bener. Sejumlah penerima bertekad untuk membelanjakan uang tersebut untuk membeli tanah sebagai pengganti lahan yang dibebaskan.

Pembayaran ganti rugi dilakukan pada Selasa – Rabu (9-10/11/2021) di Kantor PT Pembangunan Perumahan (PP) Desa Karangsari Kecamatan Bener. Dalam dua hari itu, pemerintah mentransfer Rp 90,4 miliar ke rekening pemilik tanah di Desa Limbangan dan Guntur Kecamatan Bener, serta Kemiri Gebang.

Pemilik tanah di Desa Limbangan, Wakidah mengatakan, uang dari pemerintah itu akan dibagi dengan kakak dan adiknya yang tinggal di luar Jawa. “Tanah itu warisan orang tua kami, ketika terkena pembebasan, maka harus dibagi kepada para ahli waris,” ujarnya saat ditemui KRJOGJA.com di rumahnya, Kamis (11/11/2021).

Meski demikian, ia mengaku lupa dengan luasan tanah yang dibebaskan itu. Wakidah juga enggan menyebut nilai ganti rugi tanahnya. Ia hanya menjelaskan jika tanah tersebut berwujud sawah dan tegalan.

Selama ini, katanya, tanah itu menjadi sumber penghidupan keluarganya. “Tetapi ketika pemerintah membutuhkan dan diganti dengan nilai sepadan, kami sekeluarga ikhlas. Sudah lama kami menunggu, hingga akhirnya pemerintah memberikan ganti rugi,” tuturnya.

Wakidah berencana menggunakan uang tersebut untuk membeli lahan di lokasi lain. “Niatnya beli tanah lagi, istilahnya dari tanah kembali ke tanah, sehingga perekonomian keluarga kami tidak putus,” ucapnya.

Penerima lain Supratno menambahkan, pemerintah mengganti lahan seluas 1.233 meter persegi senilai Rp230 juta. Warga Limbangan itu berencana memanfaatkan sebagian uang untuk perbaikan rumah. “Sisanya untuk beli lahan lagi, rencananya di Kalimantan. Saya ingin punya kebun sawit,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo Andri Kristanto mengungkapkan, pembayaran selama dua hari itu ditargetkan untuk 454 bidang tanah. Namun, terdapat sepuluh bidang yang pemiliknya berhalangan hadir.

Mereka tidak dapat hadir menerima uang karena meninggal dunia dan berada di luar negeri. “Memang aturannya penerima ganti rugi harus sesuai nama pemilik, jadi meski tinggalnya di luar Jawa, mereka harus menyempatkan waktu pulang ke Purworejo guna menerima pembayaran,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI