Warga Binaan LP Magelang Ikuti Salat Tarawih dan Tadarusan

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRJogja.com) – Setelah memasuki waktu Salat Isyak, satu per satu pintu ruangan dibuka secara bergantian, dan bersamaan dengan itu ratusan nara pidana atau warga binaan LP Kelas II-A Magelang keluar dengan mengenakan sarung dan berpakaian rapi menuju ke ruang pertemuan LP Magelang. Di ruangan itu mereka duduk rapi untuk mengikuti Salat Isyak dan Salat Tarawih secara berjamaah. Hal itu seperti yang terlihat Sabtu (27/5/2017) malam.

Usai mengikuti Salat Isyak dan Salat Tarawih secara berjamaah, mereka juga mengikuti ceramah agama yang disampaikan perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang. Setiap hari perwakilan yang datang ke LP Magelang bergantian, baik untuk menjadi imam maupun menyampaikan ceramah agama. Kepala LP Magelang Budi Sarwono juga menyampaikan sambutan dan harapan di forum ini.

Setelah mengikuti ceramah agama, ada diantara napi atau warga binaan  yang kembali masuk ke kamar masing-masing, dan beberapa petugas LP Magelang menutup pintu ruangan setelah setelah seluruh penghuninya lengkap masuk ke dalam kamar. Meski demikian ada beberapa napi atau warga binaan lainnya yang masih berada di ruang pertemuan untuk mengikuti kegiatan tadarusan Alquran. 
Kepala LP Kelas II-A Magelang Budi Sarwono kepada KRJogja.com diantaranya mengatakan memasuki Bulan Ramadan merupakan awal menghadapi salah satu peperangan, yaitu peperangan melawan hawa nafsu dan melatih kesabaran. Karena itu di Bulan Ramadan ini merupakan saat yang baik untuk bersabar.

Budi Sarwono juga mengatakan godaan yang dihadapi warga binaan LP Magelang lebih kecil dibanding masyarakat luas yang berada di luar LP Magelang. Karena itu kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Juga dikatakan, Menteri Hukum dan HAM berharap seluruh pimpinan LP untuk melakukan perubahan-perubahan dan memberikan pelayanan kepada warga binaan.

Usai melaksanakan jamaah Salat Isak dan Salat Tarawih, kata Budi Sarwono, sebagian warga binaan melakukan tadarus Alquran di aula. Budi Sarwono menginginkan metode tadarusan yang dilakukan diinginkan seperti yang dilakukan pada kegiatan Nusantara Mengaji, beberapa waktu lalu. "Saya ingin tadarus Alquran di Bulan Ramadan ini dapat beberapa kali meng-khatam-kan Alquran," katanya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI