Warga Binaan Rutan Purworejo Dilatih Kewirausahaan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Ratusan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Purworejo mendapat pelatihan kewirausahaan dari pemerintah. Mereka diajak untuk kreatif melihat peluang dan mewujudkannya menjadi usaha produktif sehingga dapat menjadi bekal setelah menjalani masa hukuman.

Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Lukman Agung Widodo mengemukakan, rumah tahanan adalah sumber tenaga kerja yang handal. "Mereka memiliki kemampuan yang sama, potensi yang sama, hanya saja mereka ada di dalam rutan. Apabila mereka bisa dibina untuk mau menggeluti ekonomi kreatif, bisa dibayangkan di sini ada potensi ekonomi yang besar," terangnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (02/01/2018).

Menurutnya, pembinaan tersebut juga untuk mengubah pandangan masyarakat yang menilai rutan adalah lembaga konsumtif. Banyaknya warga binaan, lanjutnya, dianggap menjadi beban keuangan negara.

Pelatihan kewirausahaan, kata Lukman, memacu warga binaan memproduksi sesuatu bernilai ekonomi. "Pemerintah ingin lembaga permasyarakatan menjadi rutan produktif. Bahkan Ditjen Permasyarakatan ingin warga binaan berdaya guna dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Lukman menambahkan, pelatihan menitikberatkan kepada kemampuan personal masing-masing warga binaan. Pengusaha profesional Drs Bantolo MA menjadi pengisi materi kewirausahaan. "Mereka dilatih bertani, membuat kerajinan dan terutama pelatihan fokus menyikapi revolusi industri 4.0. Warga binaan diajak melek teknologi informasi,"
tegasnya.

Selain itu, pelatihan juga menghadirkan orang tua dan keluarga warga binaan. Mereka diajak kerjasama mensukseskan program kewirausahaan antara lain membeli produk pertanian yang dibudidayakan warga binaan. (Jas)

BERITA REKOMENDASI