Warga Borobudur dapat Bantuan Air Bersih

MAGELANG, KRJOGJA.com – Musim kemarau belakangan ini, membuat debit air disejumlah sumber air di sekitar lereng Perbukitan Menoreh Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, mengering. Akibatnya, ratusan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tak jarang mereka pun terpaksa mandi sehari sekali.

“Mau bagaimana lagi. Kalau air ada, kami utamakan untuk memasak terlebih dahulu. Kemarau tahun ini, benar-benar panjang dan membuat sumber-sumber air ditempat kami mongering,” kata Kepala Dusun Saji Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Muhammad Bulkin, Selasa (22/10/2019).

Untuk saat ini, kata M Bulkin, warganya yang kesulitan air ada sekitar 130 Kepala Keluarga (KK). Selain rumah tangga, ada satu masjid diwilayahnya yang kekurangan air. “Kesulitan air sudah terjadi sejak sepuluh hari terakhir. Kami sudah lapor ke BPBD agar mendapatkan dropping air. Namun karena banyak wilayah yang juga kesulitan air saat ini, BPBD hanya menjadwal droping air ke wilayahnya beberapa hari sekali,” ungkapnya.  

Terkait kesulitan ini, Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) dan Generasi Muda Pagersari (Gempar) Desa Mrangen Kecamatan Srumbung, membantu dropping air untuk warga Dusun Saji tersebut. “Kami membantu 12 ribu liter untuk mereka. Bantuan air ini, merupakan salah satu bagian dari aksi kepedulian kami terhadap warga yang kesulitan,” imbuh Kazis Fuadi.

Disampaikan Fuadi, jika wilayahnya juga merupakan daerah rawan bencana Gunung Merapi. Karena itu, pihaknya juga pernah mengalami hal yang sama saat ada erupsi Gunung Merapi. Dan pihaknya juga sering mendapatkan bantuan juga. “Ini merupakan bagian dari saling tolong menolong. Kami juga sering dibantu, saat ini gantian kami yang membantu mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI