Warga Borobudur Deklarasikan Stop BAB Sembarangan

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sebanyak 20 desa se-Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditargetkan stop buang air besar sembangan (SBS) mulai tahun depan. Tahun ini masih sekitar 25 persen rumah yang belum memiliki WC atau jamban, Selasa (11/12/2018).

"Ada enam desa yang dideklarasikan telah memenuhi syarat SBS, yakni Desa Sambeng, Wanurejo, Borobudur, Wringinputih, Tanjungsari, dan Ngadiharjo. Sebelumnya sudah ada empat desa yang telah dideklarasikan telah melaksanakan SBS," kata Kepala Puskesmas Borobudur, dr Yuniar MPh di sela-sela acara Deklarasi open defecation free atau stop buang air besar sembarangan, di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngargogondo, Kecamatan Borobudur. 

Dikatakan Yuniar, sebelum ditetapkan sebagai desa SBS terlebih dahulu diverifikasi oleh petugas dari sejumlah instansi terkait. Desa Sambeng diverifikasi pada 17 September lalu. Dari enam dusun dengan jumlah rumah 328 buah, seluruhnya sudah memiliki jamban walau kelayakannya 98 persen. ''Sebanyak 340 keluarga di desa itu setop buang air besar sembarangan dan layak dideklarasikan sebagai komunitas desa SBS,'' ujarnya.

Selanjutnya untuk Desa Wringinputih yang diverifikasi pada 11 Desember lalu, dari sembilan dusun dengan total 1.408 keluarga, yang telah punya jamban 1.257 keluarga (86 persen) dan yang numpang buang air di rumah lain sebanyak 151 keluarga. ''Sekitar 1.555 jiwa di desa itu sudah tidak ada yang buang air sembarangan, sehingga layak dideklarasikan,'' tuturnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI