Warga Borowetan Gelar Sadranan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Ribuan umat Islam Kabupaten Purworejo memadati seluruh kompleks pemakaman umum di wilayah itu menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Mereka membersihkan makam, menabur bunga, lalu memanjatkan doa dan tahlil.

Dalam doa yang dipanjatkan kepada Tuhan itu, peziarah berharap semoga arwah leluhur dan kerabat mereka mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. "Ini sadranan menjelang puasa. Kami ke makam, membersihkan dan berdoa, sebagai bentuk bakti kepada leluhur," ungkap Slamet, warga Desa Borowetan Kecamatan Banyuurip, saat ziarah di pemakaman Cungkrung, Kamis (25/05/2017).

Menurutnya, kegiatan sadranan di Borowetan dilakukan secara serentak. Puluhan warga berkumpul di pendopo makam, lalu berdoa. Setelah itu, mereka membersihkan makam kerabat masing-masing.

Tradisi sadranan tidak hanya untuk orang dewasa. Sejumlah anak-anak juga ikut ke makam untuk mengikuti kegiatan itu.

Dilibatkannya anak-anak, katanya, merupakan usaha para orang tua untuk menanamkan keimanan dan bakti kepada orang tua. "Mereka nantinya melestarikan tradisi ini. Ketika  orang tuanya sudah tidak ada, mereka ganti mendoakan," terangnya.

Peziarah warga Desa Loano Handoyo menambahkan, rangkaian sadranan di desanya diawali dengan kerja bakti membersihkan makam. Setelah makam bersih, warga datang mengunjungi makam kerabat secara bergantian. "Istilahnya nyekar," ucapnya.

Ziarah kubur terakhir dilakukan sehari sebelum puasa. "Setelah itu kami jalankan puasa sebulan. Kadang juga ada warga yang berziarah saat lebaran, biasanya mereka yang tinggal diluar kota dan jarang punya kesempatan pulang kampung," terangnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI