Warga dan Satpol PP Tutup Karaoke Ilegal di Cengkawakrejo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Warga Desa Cengkawakrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo dan tim gabungan Satpol PP dan Damkar Purworejo menutup usaha karaoke ilegal di RT 03 RW 04 Cengkawakrejo. Warga resah dengan keberadaan karaoke itu karena berada di kawasan permukiman dan diduga menjadi tempat peredaran miras serta prostitusi.

Penutupan dilakukan karena usaha tersebut melanggar regulasi Perda 17 Tahun 2017 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). “Secara regulasi sudah melanggar, kami juga layangkan peringatan, teguran, bahkan sampai penindakan, tapi diabaikan pengusaha,” ungkap Kepala Satpol PP dan Damkar Purworejo Budi Wibowo, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, usai penutupan, Rabu (15/07/2020).

Selain pelanggaran regulasi, kata Budi, penutupan juga menindaklanjuti penolakan dari warga dan Pemerintah Desa Kemanukan. Selain menolak karaoke, warga juga meminta usaha kamar kos yang dibuka satu lokasi dengan tempat hiburan itu untuk ikut ditutup.

Meski demikian, tim gabungan belum menutup dan menyatakan masih terus memantau serta melakukan kajian atas usaha kos itu. “Aktivitas rumah kos dalam pantauan kita,” ucapnya.

Dalam operasi penutupan itu, petugas menyegel sejumlah bilik karaoke. Petugas juga memasang papan pengumuman di depan lokasi yang berisi penutupan dan larangan kegiatan usaha karaoke lantaran belum berizin.

Menurutnya, ada sembilan usaha karaoke yang beroperasi di Kabupaten Purworejo. Namun, seluruhnya belum memiliki izin usaha. “Kami berharap pengusaha taat aturan karena sebenarnya Perda memberi ruang untuk usaha itu. Masyarakat juga silakan melapor apabila keberadaan usaha karaoke meresahkan warga,” tegasnya.

Kades Cengkawakrejo Iman Subagiyo mengemukakan, karaoke dan rumah kos di kampung Niten tersebut beroperasi tiga tahun terakhir. Warga dan pemdes beberapa kali menyampaikan keberatan secara resmi, tapi tidak digubris pengusaha. “Warga menolak karena resah lingkungannya terganggu. Ada peredaran miras dan bahkan warga pernah menindak pasangan bukan suami istri yang diketahui ada dalam satu kamar,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI