Warga Diminta Waspada Banjir Bengawan Solo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Warga khususnya yang tinggal disekitar aliran sungai dan perbukitan diminta untuk tetap waspada dengan kerawanan terjadinya banjir dan tanah longsor susulan. Warga terdampak bencana alam tersebut sekarang sudah pulang ke rumah setelah sebelumnya sempat mengungsi. Pemkab Sukoharjo menjamin penuh kebutuhan terhadap korban bencana alam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Jumat (08/03/2019) mengatakan, Pemkab Sukoharjo terus memantau perkembangan kondisi pasca bencana alam baik banjir dan tanah longsor dibeberapa wilayah di Sukoharjo. Data dan laporan resmi petugas baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, camat, lurah dan kepala desa terus dipantau.

Agus mengatakan, dari laporan yang masuk semua warga atau korban terdampak bencana alam baik banjir dan tanah longsor sudah tertangani semua. Petugas telah memberikan bantuan makanan, minuman termasuk kebutuhan lainnya selama tinggal dipengungsian.

“Warga yang mengungsi sudah pulang ke rumah dan longsoran tanah akibat tanah longsor juga telah dibersihkan dengan kerja bakti bersama. Namun kami tetap meminta pada warga untuk tetap waspada karena kondisi masih rawan sesuai peringatan dari BPBD Sukoharjo,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo bahkan sudah meminta kepada para camat khususnya kepala desa di wilayah rawan bencana alam untuk terus melakukan pemantauan wilayah. Hal itu untuk memastikan warga terdampak bencana alam tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Pemantauan dilakukan di wilayah rawan banjir seperti di Kecamatan Grogol, Mojolaban, Polokarto, Sukoharjo, dan Weru. Sebagian dari wilayah tersebut sudah terjadi banjir kemarin dan memaksa warga meninggalkan rumah ke tempat pengungsian.

“Khusus di wilayah selatan Sukoharjo seperti di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu disana juga rawan tanah longsor karena banyak perbukitan. Jadi kami minta warga tetap waspada dan pemerintah desa setempat bersama camat juga aktif memantau,” lanjutnya.

Pemantauan tidak hanya sebatas pada kerawanan terhadap warga saja namun juga berkaitan dengan infrastruktur. Seperti jalan, jembatan dan talud yang rusak terdampak bencana alam harus dipantau dan dilaporkan ke Pemkab Sukoharjo. Data itu penting berkaitan dengan kewenangan penanganan perbaikan.

“Soal infrastruktur yang rusak akibat bencana alam masih dalam pendataan dari BPBD, camat dan kepala desa. Sejauh ini kemungkinan belum ada. Kalaupun ada nanti akan diusahakan perbaikannya menjadi kewenangan siapa,” lanjutnya.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, posisi warga memang sudah pulang ke rumah masing masing setelah sebelumnya sempat mengungsi akibat banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Wilayah terdampak banjir tersebut seperti di Nusupan, Kadokan.

“Sungai Bengawan Solo masih mengancam. Artinya debit tinggi dan arus sangat deras ditambah kondisi cuaca hujan deras. Bisa jadi menjadi ancaman bagi warga dengan banjir susulan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI