Warga Dukuh Gelar Doa untuk Negeri di Makam Kyai Donorojo

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Seribu petani menggelar doa bersama untuk ketentraman dan kesejahteraan negeri pada Sadranan Safar di komplek makam Kyai Donorojo di Dusun Dukuh Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan Temanggung, Jumat (11/10/2019). Kyai Donorojo merupakan leluhur warga Dukuh, ia juga murid sekaligus prajurit dari pasukan Pengeran Diponegoro dalam melawan kompeni.

Kepala Dusun Dukuh, Kabul mengatakan menjadi kewajiban warga terutama petani di Dusun Dukuh untuk berdoa pada Tuhan untuk kemajuan dan kesejahteraan negeri. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir ada pihak-pihak yang berusaha mengoyak ketentraman dan kesejahteraan negeri.

Baca juga :

Digelar Perdana, Grebeg Sadranan Akan Menjadi Agenda Tahunan
Sadranan di Makam Kiai Donorojo Doakan Keselamatan Negeri

"Kami warga di bawah berusaha menjaga ketentraman dan kesejahteraan di lingkungan tempat tinggal. Untuk para pemimpin semoga diberi kekuatan mempimpin untuk ketentraman, kesejahteran dan ketentraman negeri ini," kata Kabul.

Ia mengatakan Sadranan untuk mengenang jasa-jasa leluhur untuk kemudian warisan leluhur yang positif dilestarikan dan ditanamkan pada anak cucu. Warisan itu seperti cinta lingkungan alam, cinta pada negeri, gotong-royong dan saling menolong.

Pada ritual Sadranan diawali dengan dibawanya tenong berisi nasi bucu berikut ingkung ayam jantan Jawa dan aneka sesajian dari rumah warga ke komplek makam. Di makam, warga duduk di plataran yang berada di depan cungkup Kyai Donorojo. Tenong diletakkan disamping, namun ada pula yang di depan duduknya.

Usai berdoa yang dipimpin pemuka agama setempat, sesajian yang dibawa warga lalu dibagikan pada mereka dari luar desa yang hadir. “Makanan semuanya disodaqohkan pada warga luar desa yang hadir. Warga desa harus berikan pada warga luar, dan tidak boleh makan-makan di makam," katanya.

Terpisah, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung Didik Nuryanto mengatakan Sadranan sebagai salah satu ritual khas warga Temanggung. Sadranan sangat baik untuk even wisata, sekaligus mempererat kekerabatan dan menjaga tradisi budaya.

"Nilai-nilai kearifan lokal harus ditanamkan sedari kecil dan berkelanjutan," katanya sembari mengatakan pihaknya berusaha membina untuk mengemas ritual dengan lebih baik. (Osy)

BERITA REKOMENDASI