Warga Gelar Pawai Taaruf dan Ritual Padusan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Warga, sejumlah ormas dan siswa di Kabupaten Temanggung gelar Pawai Taaruf menyambut bulan Ramadan 1438. Selain itu warga juga menggelar tradisi ritual padusan di sungai, pemandian umum dan tempat wisata air.  Pawai taaruf dan ritual tersebut mendapat penjagaan ketat dari Polres Temanggung.

Pawai taaruf diantaranya digelar oleh Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) sembari menunggu ketetapan Hisab Ruqyah yang dilakukan oleh Departemen Agama, Kamis (25/05/2017) malam, demikian halnya warga lereng Gunung Sindoro di Desa Muntung Kecamatan Candiroto. Sedangkan siswa-siswi Muhammadiyah sekabupaten Temanggung menggelarnya Jumat (26/05/2017) pagi. Pada pawai itu mereka membawa tulisan seruan untuk beribadah dan menghormati bulan Ramadan.

Ketua GPK Gus Ibrohim mengatakan pawai taaruf untuk mengingatkan pada umat muslim untuk mempersiapkan fisik dan hati melaksanakan ibadah ramadan. Sedangkan pada umat agama lain untuk toleransi dengan mereka yang berpuasa. "Kami dari GPK siap membantu Polri dalam memberantas penyakit masyarakat di Kabupaten Temanggung dan siap menjaga toleransi," katanya.

Dia mengungkapkan apresiasi positif kepada Polres Temanggung yang cepat dan tanggap dalam pemberantasan penyakit masyarakat dengan rutin gelar operasi penyakit masyarakat. Barang bukti di sita dan pelakunya diproses hukum.

Tokoh Muhammadiyah Taufan Sugiyanto mengatakan bulan ramadan merupakan bulan suci umat muslim harus berpuasa. Pawai Taarif untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan pada siswa, dan sebagai media pembelajaran bagi siswa dalam bertoleransi.

Kapolres Temanggung, AKBP Maesa Soegriwo mengatakan warga diperbolehkan pawai taaruf dengan catatan harus menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. "Pengamanan juga dibantu TNI dari Kodim 0706 Temanggung," katanya sembari mengemukakan pada pawai taaruf Polres Temanggung mengeluarkan Group Rebana Polwan Polres Temanggung.

Sementara itu ribuan pengunjung memadati objek wisata air Pikatan Water Park di Kabupaten Temanggung untuk ritual padusan. Tiket masuk naikl dari Rp 12.000 per orang menjadi Rp 20.000 per orang. Parkir kendaraan roda dua, dikenai Rp 2.000 dan pengunjung juga dikenakan titip helm Rp 2.000.

Manajer Pemasaran Pikatan Water Park Trisman Dodi di Temanggung, Kamis, mengatakan ramainya pengunjung berkaitan tradisi ‘padusan’ menjelang Ramadhan. "Selama dua hari menjelang Ramadhan berkaitan tradisi padusan, kami menargetkan pengunjung sebanyak 15.000 orang," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI