Warga Jelok Uji Coba Daur Ulang Sampah Plastik

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Warga Desa Jelok Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo menguji coba daur ulang sampah plastik. Mereka didampingi akademisi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), menerapkan teknologi tepat guna untuk mengubah limbah itu menjadi pot bunga dan paving blok.

Kerjasama dua belah pihak itu merupakan bagian program kemitraan masyarakat UMP. Universitas itu menerima hibah pengabdian masyarakat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, yang dialokasikan  untuk penanganan masalah sampah di Jelok. Desa itu memiliki bank sampah dan mengumpulkan limbah warga. Sampah dijual sebagai barang rongsok kepada pengepul.

Inisiator kemitraan UMP-Desa Jelok, Agus Budi Santoso SH MH mengatakan, program tesebut merupakan bentuk pengabdian masyarakat. "Selain sebagai lembaga pendidik, kampus juga punya tanggung jawab mengaplikasikan ilmu yang dipelajari kepada masyarakat," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (26/7).

Dalam program hibah itu UMP memfasilitasi pengembangan bank sampah dan penerapan teknologi pengolahan sampah plastik. Wujudnya antara lain rehabilitasi tempat penampungan sampah, satu set alat pendaur ulang limbah plastik dan alat cetak aneka produk. Bantuan diserahkan kepada Kepala Desa Jelok Fery Sulistiyo didampingi Direktur Bumdes Jambe Mule Jelok Imam Prayodi. 

Tim UMP dan warga juga mengujicoba alat pendaur ulang limbah plastik itu. Selain bantuan, warga juga mendapat pelatihan pengolahan sampah plastik dengan pemateri Lasiman, perakit alat daur ulang asal Kabupaten Wonogiri.

Lasiman menambahkan, prinsip kerja alat buatannya adalah memanaskan plastik dalam tungku hingga meleleh, kemudian dicetak menjadi berbagai produk.  Cetakan dibiarkan kering dan dihaluskan sebelum digunakan. "Semua jenis plastik bisa didaur ulang, yang penting bebas dari cemaran bahan nonplastik. Adanya bahan lain yang tidak leleh saat dibakar, akan menyumbat tungku," terangnya.

Hasil cetakan memiliki nilai ekonomi dan layak jual. Barang daur ulang, katanya, juga mempunyai kekuatan yang baik dan tidak mudah rusak. "Jangan dikira hasilnya rapuh, paving blok plastik tetap kokoh diinjak, atau pot juga lentur seperti produk baru," ucapnya.

Kepala Desa Jelok Fery Sulistiyo mengemukakan, nilai ekonomi produk olahan limbah plastik akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun agar tujuan itu tercapai, Fery berharap pihak UMP terus melakukan pendampingan.

Program daur ulang sampah plastik dengan teknologi tepat guna pertama di Purworejo itu akan menjadi unit usaha Bumdes Jambe Mule. "Harapan kami potensi itu bisa dikelola dengan baik, sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI