Warga Kawasan Borobudur Highland Dilatih Kelola Pariwisata Desa

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Warga yang tinggal di kawasan Borobudur Highland Kabupaten Purworejo dilatih kelola pariwisata desa. Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) melatih untuk mengubah pola pikir warga agar siap menghadapi geliat pariwisata kawasan Candi Borobudur.

Pelatihan itu diselenggarakan di Balai Desa Sedayu Kecamatan Loano, Selasa (17/05/2022). Pelaku wisata dan UMKM di Desa Sedayu dan Benowo Kecamatan Bener, mengikuti kegiatan tersebut.

Ahli Madya Utama BPOB Sigit Widianto mengatakan, pelatihan diselenggarakan untuk mempersiapkan masyarakat pelaku wisata agar siap menghadapi geliat pariwisata pasca pandemi. “Seiring situasi pandemi yang melandai, vaksinasi yang semakin masif, akan berpengaruh kepada semakin bergeliatnya ekonomi, termasuk sektor pariwisata,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, disela pelatihan.

Program tersebut dilaksanakan dengan sasaran pelaku wisata dan UMKM di Desa Pagerharjo dan Gerbosari Kecamatan Samigaluh Kulonprogo, dan Ngargosari Loano serta Pandanrejo di Kecamatan Kaligesing. Adapun kegiatan di Sedayu, hanya melibatkan pelaku wisata di Sedayu dan Benowo.

Menurutnya, pelatih akan memberi materi tentang pengelolaan desa wisata secara terintegrasi, manajemen konflik dan pengelolaan masyarakat, serta penyusunan Standar Operasional Produk (SOP). “Kami berharap masyarakat dapat menggali potensi wisata yang ada, dikembangkan hingga menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian Kabupaten Purworejo Bambang Susilo mengatakan di Desa Sedayu sendiri pelaku UMKM terdapat lebih dari 50 pelaku UMKM. Kebanyakan pelaku UMKM itu, bergantung pada aktivitas wisata yang sempat bergeliat ketika ada Pasar Menoreh.

Namun, pandemi membuat pasar wisata itu berhenti beroperasi sehingga mereka terdampak. “Sekarang akan kembali digeliatkan lagi, seiring pandemi yang terkendali. Strateginya, kami mendukung BPOB menyiapkan masyarakat di Desa-desa penyangga Wisata Borobudur agar kedepan dapat menangkap peluang usaha,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho menambahkan, dinas akan terus melakukan pendampingan berkala kepada seluruh peserta pelatihan dari Purworejo. Usaha itu dilakukan agar selalu ingat bahwa tempat tinggal mereka adalah kawasan yang dikembangkan untuk sektor pariwisata.

“Ketika mainset mereka sudah masyarakat pariwisata, maka masyarakat akan siap dan tahu bagaimana bersikap apabila wisata kelak dikembangkan, tentu mengubah mainset itu tetap butuh waktu, dan kami terus konsisten mengawal hal itu,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI