Warga Lereng Sumbing Gelar Tradisi “Rejeban Plabengan”

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Wisatawan dari sejumlah daerah mengikuti tradisi “Rejeban Plabengan” yang digelar warga di lereng Gunung Sumbing di Dusun Cepit Desa Pagergunung Temanggung, sebagai wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan mengingat perjuangan sesepuh, Jumat (6/3).

Tua muda dan anak-anak, berkumpul bersama di bukit Plabengan yang berada sekitar satu kilometer dari pemukiman warga. Bukit Plabengan dahulu sebagai tempat bermusyawarah Ki Ageng Makukuhan dengan sahabat-sahabatnya dalam menyebarkan agama Islam. Ki Ageng Makukuhan adalah ulama terkenal di era kerajaan Demak.

Warga berjalan kaki menyusuri perbukitan dan lembah untuk menuju tempat tersebut. Di tempat itu, mereka berdoa bersama dipimpin tokoh agama setempat, memohon ampun pada Tuhan atas segala kesalahan dan diberi limpahan rizki agar meningkat kesejahteraan.

Usai berdoa sesajian yang dibawa dari rumah di makan bersama. Sesajian itu seperti nasi tumpeng, pisang, ingkung ayam, lauk pauk dan jajanan pasar. Tidak lupa mereka membawa minuman kopi hitam dan teh.

BERITA REKOMENDASI