Warga Magelang Ikuti Grebeg Besar

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG (KRjogja.com) – Dua gunungan yang terdiri dari beberapa jenis sayuran diperebutkan dan mewarnai suasana di komplek makam Kiai Tuk Sanga yang berada di tepi aliran Kali Progo masuk wilayah Kelurahan Cacaban Kota Magelang, Jumat (30/9/2016). Menu masakan gulai kambing juga menjadi salah satu menu utama dalam kegiatan yang diikuti warga di wilayah Kelurahan Cacaban tersebut.

Camat Magelang Tengah Triyamto Sutrisno SSTP MM mengatakan, kegiatan yang berlangsung di komplek makam Kiai Tuk Sanga ini dahulu dikenal dengan kegiatan Gerebeg Gule, namun sekarang bernama Grebeg Besar karena kegiatan ini dilaksanakan di Bulan Besar dan lingkupnya juga semakin besar. Meskipun sudah berubah nama, namun menu masakan gulai kambing tetap mewarnai rangkaian acara di komplek makam Kiai Tuk Sanga ini.

Menu masakan gulai kambing, lanjut Camat Magelang Tengah, tetap harus ada mengingat hal itu termasuk seperti salah satu syarat. Kegiatan di komplek makam tersebut selain sebagai kegiatan memanjatkan doa kepada salah satu leluhur, yaitu Kiai Tuk Sanga, juga sebagai kegiatan bersih desa atau nyadran serta untuk mempererat silaturahim dan meningkatkan jiwa gotong royong.

"Semakin tahun semakin meriah, terlebih manakala dikolaborasikan dengan kegiatan yang lain," kata Camat Magelang Tengah yang didampingi Kepala Kelurahan Cacaban Praditya Dedy H SSTP MSi.

Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT diantaranya mengatakan nyadran atau grebeg sudah menjadi tradisi sejak nenek moyang, ternyata banyak mengandung makna bagi kehidupan manusia. Melalui kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, merekatkan kekerabatan dan persaudaraan, mempererat kerukunan masyarakat, mengenang sejarah, serta membangkitkan semangat dan gairah untuk membangun secara fisik maupun mental. (Tha)

BERITA REKOMENDASI