Keren! Lewat Desa Ini Tanpa Masker Wajib Putar Balik

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Meminimalisir penyebaran Covid-19 di Desa Pagergunung, Kecamatan Ngablak, pemerintah desa dan warga sepakat menerapkan desanya sebagai ‘Kawasan Wajib Masker’. Sehingga warga maupun pendatang yang masuk ke desa tersebut, diwajibkan memakai masker. Jika tidak, mereka diminta pulang atau putar balik. Sedang bagi pengendara motor atau mobil, diberikan bunga.

“Tujuannya, untuk mencegah penularan virus corona (Covid – 19), sekaligus mengubah pola hidup sehat, dengan cuci tangan menggunakan masker dan menjaga jarak. Gerakan wajib pakai masker ini, dilakukan secara gotong-royong melibatkan semua elemen masyarakat, baik Forkompincam, Pemdes, ibu-ibu anggota PKK, Relawan dan tokoh masyarakat,” kata Koordinator Gerakan Kawasan Wajib Bermasker, Ardi Gendut belum lama ini.

Menurut Ardi, kegiatan ini berlangsung selama masa pandemi, dan mendapatkan respon pemakai jalan dengan baik. Sedangkan louncing kawasan wajib bermasker dihadiri oleh Forkompincam Kecamatan Ngablak, tenaga medis di Puskesmas dan masyarakat. Acara Launching Kawasan Wajib Bermasker, diawali dengan pengarahan oleh Camat Ngablak, Imam Wisnu Kusuma kepada para relawan Pink Rescue (Pergunungan In Keep Watch), dilanjutkan dengan gerakan cuci tangan secara simbolis di Posko Kawasan Wajib Bermasker.

Camat Ngablak, Imam Wisnu Kusuma menyatakan, wilayah Kecamatan Ngablak berjarak sekitar 37 Km dari Kota Mungkid, ibukota Kabupaten Magelang ke arah timur laut. Pusat pemerintahannya berada di Desa Ngablak, terletak di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 1.370 mdpl dan dikeliling Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Andong, merupakan daerah perbatasan Kabupaten semarang dan Salatiga.

BERITA REKOMENDASI