Warga Temanggung Sudah Merasakan Perubahan Iklim

Editor: Ary B Prass

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Perubahan iklim akibat dari kerusakkan alam tidak hanya dirasakan warga dunia, namun juga warga di Kabupaten Temanggung.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan perubahan iklim yang nyata dirasakan warga Temanggung adalah krisis air bersih dan mundurnya pranata mangsa teritama terkain penanaman tembakau.

“Masa penanaman tembakau mundur, pemupukan tembakau juga mundur apalagi dengan masa panen tembakau,” kata Al Khadziq,  Jumat (10/6/2022).

Al Khadziq mengemukakan itu ditemui usai apel peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia tahun 2022 yang digelar di Taman Progo.

Usai apel dilakukan penebaran benih ikan di sungai Progo dan penanaman pohon.

Dikatakan April dan Mei biasanya sudah pemupukan tembakau, tetapi mundur menjadi mulai pertengahan Mei.

Rencana Pemkab Temanggung untuk wiwit panen pada Juni mundur menjadi akhir Juli.

“Komoditas pertanian lain di Temanggung juga terpengaruh perubahan iklim. Masyarakat dunia kini terancam kelaparan yang tidak hanya karena faktor perang tetapi perubahan iklim,” kata dia.

Dikatakan Pemkab Temanggung bersama elemen masyarakat berusaha melakukan penyelamatan lingkungan dengan penanaman pohon dan pemilahan sampah.

Sepanjang 2021, dikatakannya telah berhasil menanam sekurangnya 500 ribu bibit pohon, di lahan kritis di lereng Gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu.

BERITA REKOMENDASI