Warga Terdampak Bendung Guntur Datangi PN Purworejo

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sidang perdana gugatan warga Desa Guntur Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo terhadap Badan Petanahan Nasional (BPN) dan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) mendapat dukungan banyak pihak. Bahkan ribuan warga dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bener dan sebagian Wonosobo ikut hadir di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo. Mereka selain menggelar doa besama, juga melakukan orasi demi mendukung gugatan itu.

“Kita datang ke PN bukan menolak proyek stategis nasional Bendung Guntur, namun memberikan dukungan terhadap warga yang menuntut ganti rugi secara layak,” kata Koordinator warga Eko Siswanto, Kamis (9/1).

Warga yang hadir di PN Purworejo ini mayoritas dari desa-desa terdampak proyek Bendung Guntur diantaranya warga Desa Guntur, Kemiri, Nglaris, Limbangan, Legetan, Karangsari, Kedungloteng, Wadas dan Bener. Dari Wonosobo diantaranya warga Desa Burat Kecamatan Kepil, yang juga terdampak proyek ini.

Aksi yang digelar di PN Purworejo ini untuk memberikan dukungan terhadap Maksum warga Desa Guntur RT 3 RW 5 yang melakukan  gugatan terhadap BPN dan BBWSO  di PN, karena ganti rugi tanah yang diberikan dinilai tidak layak. Hanya Rp 50 ribu per meter.

“Harga tanah sebesar itu, tidak layak dan bahkan dibawah harga daging 0,5 kg,” tukas  Eko Siswanto.

Aksi ini juga mendapat dukungan dari para kepala desa (kades) di wilayah itu, diantaranya Kades Legetan Fauzi, yang mengaku dirinya akan terus mengawal warganya yang punya tanah di Desa Guntur, karena terdampak pembangunan Bendung Guntur. “Saya hanya minta warga tetap tenang, sabar dan tidak emosi apalagi melakukan tindakan anarkis dalam melakukan aksinya,” tambahnya. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI