Warga Terdampak Bendung Guntur Inginkan Lahan Baru

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Perjuangan warga terdampak proyek nasional bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dan Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo bukan tanpa alasan. Mereka menginkan lahan baru di luar area bendung, karena lahan pertanian menjadi mata pencaharian utama bagi sekitar 3.000 warga terdampak.

“Kami hanya ingin ganti untung lahan kami bisa untuk membeli lahan baru di tempat lain untuk pertanian,” kata koordinator warga Eko Siswoyo, Selasa (4/2).

Karena ini menyangkut kehidupan hingga anak cucu nanti, maka warga terdampak bendung Guntur ini berjuang mati-matian untuk mendapatkan haknya secara manusiawi. Maka mereka pun tak segan dengan biaya sendiri mengawal proses persidangan yang dilakukan warga untuk menuntut ganti untung ini.

“Warga berjuang untuk mendapatkan lahan kembali, melalui ganti untung,” tambahnya.

Mereka tak kenal lelah untuk memberi dukungan dalam sidang tuntutan ganti untung yang diajukan warga setempat. Atau langkah lain yang harus dilakukan.

Sebenarnya lanjut Eko Siswoyo, warga iklas lahannya dijadikan bendung, asalkan ada ganti untung yang layak sesuai harga pasaran. Selama ini mereka mengaku tidak pernah diajak berembug atau dialog, namun hanya disodori uang ganti untung yang besarannya antara Rp 50 hingga Rp 60 ribu per meter. “Jika tidak mau warga dipersilakan menuntut melalui jalur hukum di Pengadilan Negeri (PN). Dan ini dilakukan oleh warga,” tandasnya.

R Muhammad Abdullah SE SH selaku wakil warga masyarakat juga membenarkan, jika warga terdampak bendung yang jumlahnya mencapai ribuan ini menginginkan lahan itu bisa kembali meskipun di tempat lain. “Artinya warga berkeinginan ganti untung itu dapat dibelikan lagi lahan di luar area Bendung Guntur,” tambahnya.

Sebagian warga terdampak bendung Guntur ini sudah berencana untuk membuka lahan di luar Jawa. “Jadi harapannya, dari ganti untung nanti bisa untuk membeli lahan untuk pertanian, meskipun di luar Jawa,” katanya. (Nar)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI