Warga Terdampak Bendung Guntur Protes Ganti Rugi

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Warga masyarakat terdampak mega proyek Bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo melakukan aksi protes terhadap ganti rugi tanah miliknya. Mereka mengaku ganti rugi yang akan diberikan, bahkan sebagian sudah diterimakan, tidak sesuai dengan keinginan mereka.

“Sebagian ganti rugi yang sudah diberikan antara Rp 50 hingga Rp 60 ribu per meter. Warga menginginkan ganti rugi antara Rp 150 hingga Rp 200 ribu per meter,” kata Triyanto salah seorang wakil warga, Selasa (07/01/2019).

Protes warga terdampak Bendung Guntur ini dilakukan sekitar 500-an perwakilan warga yang terdiri dari warga Desa Guntur, Limbangan, Karangsari, Kemiri, Kedung Loteng, Bener, Laris dan warga Desa Legetan. Mereka mendatangi wakil rakyat di DPRD setempat.

Hanya saja dari para pihak yang berkepentingan tidak hadir termasuk dari Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) yang dinilai bertanggungjawab atas ganti rugi tanah warga. “Kita sudah berupaya menghadirkan pihak BBWSO tapi sampai pertemuan warga selesai tidak juga hadir,” kata  Ketua Komisi II DPRD Purworejo R Muhammad Abdullah.

Para warga terdampak Bendung Bener ini diterima Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiyabudi SKom beserta para anggota, sedang bupati Purworejo diwakili Assisten I Bidang Pemerintahan H Genthong Sumharjono Ssos MM, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SH SIK MM serta para pejabat terkait lainnya.

Sebenarnya, dalam pertemuan itu warga sangat mendukung akan adanya mega proyek ini, namun warga berharap agar tidak dirugikan dengan ganti rugi lahan terdampak yang dinilai sangat murah.

Dion Agasi berharap agar semua pihak yang berkepentingan bisa duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. “Kasihan warga jika dirugikan. Perlu duduk bersama dan mencari solusi yang bisa disepakati bersama sebelum ganti rugi diberikan, sehingga semua pihak bisa menerima,” jelasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI