Warga Tlogokotes Upacara Tujuhbelasan di Benteng Jepang

Editor: Ary B Prass

PURWOREJO, KRJOGJA.com- Puluhan warga Desa Tlogokotes Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo melaksanakan upacara bendera peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di objek wisata Benteng Pendem peninggalan tentara Jepang, Kamis (17/8/2021). Mereka rela meniti jalan setapak, mendaki lereng menuju benteng yang terletak di Bukit Buthak di timur desa.
Upacara bendera dilaksanakan sekitar pukul 08.00. Panitia menyiapkan tiang bendera dari batang bambu yang dikaitkan dengan atap benteng peninggalan tentara Kekaisaran Jepang itu. Setelah upacara, warga dan panitia melepaskan burung merpati sebagai simbol kemerdekaan.
Sekretaris Desa Tlogokotes Agus Haryono mengatakan, upacara diselenggarakan pemerintah desa dengan Pokdarwis Argojoyo yang mengelola Benteng Pendem.
“Upacara untuk membangkitkan nasionalisme di tengah situasi pandemi, apalagi kita selenggarakan di tempat bersejarah ini. Upacara dilaksanakan dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan di atas bukit itu juga menjadi upaya Desa mengenalkan objek wisata Benteng Pendem kepada masyarakat luas. Benteng, lanjutnya, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan Kabupaten Purworejo.
Terdapat sejumlah benteng pertahanan yang dibangun Jepang di masa akhir Perang Dunia II. Benteng, katanya, dibangun menghadap ke arah pantai selatan diduga dengan tujuan menghalangi pendaratan pasukan Sekutu ke Pulau Jawa.
Namun, Jepang kalah perang dan belum sempat memanfaatkan benteng tersebut. Satu benteng sudah siap dikunjungi dan tiga dalam proses pembersihan.
“Kini menjadi peninggalan bersejarah bagi kami, juga masyarakat Purworejo. Kami berharap dunia luar bisa terbuka dan mau belajar tentang sejarah Benteng Pendem,” tuturnya.
Peserta upacara, Sari Hastuti mengaku senang bisa mengikuti upacara pengibaran bendera di Benteng Pendem. “Tahun lalu juga ada upacara di Benteng Pendem, tapi kebetulan tidak bisa ikut,” ucapnya.
Kegiatan itu, lanjutnya, menjadi pengobat rindu bagi warga setelah lama tidak berkegiatan di alam terbuka karena pandemi Covid-19. Warga berani mengikuti kegiatan terbuka lantaran Desa Tlogokotes telah dianggap aman dan saat ini sudah tidak ada yang terpapar Covid-19.
“Kegiatan itu sebagai penyemangat kami dalam menghadapi pandemi,” tandasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI