Warga Warangan Gelar Sadranan Air

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG (KRjogja.com) – Puluhan orang warga Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang menggelar tradisi Sadranan Rabu (16/11/2016). Ritual ini dilakukan sebagai perwujudkan rasa syukur kepada Tuhan dan doa agar air yang mengalir sampai Dusun Warangan terus mengalir.

Puluhan warga dan sebagian merupakan penari Tari Soreng menuju mata air Kali Puyam di Lereng Gunung Merbabu, yang berjarak kurang lebih 2,5 Km. Karena perjalanan yang melewati jalan kampung menanjak, mereka naik sepeda motor maupun mobil bak terbuka.

Setibanya di mata air Kali Puyam, sesepuh warga Mbah Jumo (67) terus memimpin berdoa. Selain itu, sesaji yang dibawa seperti makanan, ingkung maupun nasi tumpeng didoakan. Setelah didoakan, kemudian warga yang mengikuti sadranan air tersebut terus menikmati makan bersama-sama secara kembulan didekat mata air tersebut.

Setelah menikmati makanan, mereka kemudian menonton pementasan kesenian tradisional yang khas yakni Tari Soreng. “Ini juga sebagai wujud doa kepada Tuhan agar selalu memberikan kemakmuran dan kesuburan juga bagi lahan pertanian,” kata Mbah Jumo.

Menurutnya, tradisi tersebut dilangsungkan setiap bulan Sapar pada pasaran Kliwon, setelah pertengahan bulan. Adapun mata air yang dipercaya warga ditunggu pepunden yang disebut Kanjeng Sunan Aji itu berada di Dusun Jamusan, Desa Gumelem, Kecamatan Pakis. Mata air tersebut juga disebut dengan Tuk Jamus.

Usai makan bersama, warga kembali menuju kampungnya dan melaksanakan kenduri di rumah kepala dusun setempat. “Siang hari hingga malam dilangsungkan pentas kesenian tradisional yang ada di Dusun Warangan. Semua kesenian yang ada ditampilkan,” imbuh pemimpin Sanggar Warangan Merbabu, Handoko. (Bag)

BERITA REKOMENDASI