Waspada! Kasus DBD di Temanggung Capai 566 Kasus

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Temanggung terus meningkat. Dinas Kesehatan kabupaten setempat mencatat hingga Jumat (18/11) jumlah penderita telah mencapai 566 kasus, meningkat 70 kasus dibanding dua bulan lalu. Kasus kematian DBD sendiri sebanyak tiga orang.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Sukamsih mengatakan belum semua temuan kasus DBD dilaporkan ke Dinas Kesehatan, maka itu dimungkinkan jumlahnya lebih dari 566 kasus. Tiga kasus kematian terjadi beberapa bulan lalu.

"Kami terus mendata kasus DBD, petugas di lapangan diminta aktif untuk mencari kasus DBD dan segera melaporkan ke Dinkes," katanya usai fogging di Mandisari Parakan, Jumat (17/11).

Dia mengatakan peningkatan kasus DBD di Temanggung meningkat signifikan pada September yang belum sampai tutup bulan sudah ada tambahan 121 kasus dibanding Agustus yang terdapat 375 kasus. Penyebabnya diantaranya cuaca yang tidak menentu yang membuat perkembangan nyamuk Aedes Aegypti sangat cepat.

Dia mengemukakan di Mandisari terdapat lima kasus DBD. Daerah lain yang terkena DBD adalah Desa Muntung Kecamatan Candiroto, Desa Sidorejo kecamatan Parakan,  Desa Tejosari Kecamatan Pringsurat, dan lingkungan Kayogan Kelurahan Sidorejo Temanggung. " Di Kayogan terdapat sekitar 6 kasus DBD," katanya.

Kepala Bidang Penanganan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Temanggung dr Taryumi menambahkan Dinkes telah menetapkan lebih dari 32 kejadian luar biasa (KLB) DBD. Pada daerah yang terkena DBD, pihaknya menerapkan peningkatan gerakan kebersihan lingkungan dan fogging.

Mengenai dana fogging, dia menyampaikan pada 2016 dianggarkan Rp 140 juta. Dana itu diperkirakan memenuhi sampai akhir tahun dengan catatan tidak ada ledakan kasus DBD, sebab ledakan itu membuat fogging diintensifkan, meski pun yang lebih utama dalam meredam DBD adalah gerakan kebersihan lingkungan.

Disampaikan peningkatan kasus penderita DBD tidak hanya di Temanggung, tetapi juga di daerah lain termasuk tetangga kabupaten seperti Kendal, bahkan banyak warga Weleri yang di dirawat di PKU Muhammadiyah Kalisat Temanggung. " Sedikit banyak adanya pasien yang dirawat ini akan menularkan pada warga setempat," katanya.

Sukamsih mengatakan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung, setidak ada tujuh kecamatan yang menjadi daerah endemik DBD, yakni Kecamatan Kandangan, Pringsurat, Kranggan, Temanggung, Kedu, Ngadirejo dan Parakan. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI