Windrow, Tehnik Baru Pembuatan Pupuk Organik

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Pembuatan pupuk organik dengan tehnik baru yaitu dengan aerator bambu atau windrow kini mulai dikenalkan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkimlh) Kebumen kepada masyarakat Kebumen. 

"Caranya yang mudah dan berbiaya murah menjadi alasan kami untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat," ujar Kasi Peningkatan Kapasitas Disperkimlh Kebumen, Wisnadi, di ruang kerjanya, Rabu (05/12/2018).

Pembuatan pupuk organik aerator bambu ini menurut Wisnadi hanya membutuhkan bambu, paku dan kayu. Bambu dan kayu tersebut dibentuk menjadi sebuah konstruksi berbentuk segitiga yang mirip dengan konstruksi kerangka atap rumah. 

Bilah-bilah bambu tersebut dipasang pada kerangka kayu berbentuk segitiga dan antara potongan bambu satu dengan lainnya terdapat rongga. Fungsi rongga untuk mengalirkan kebutuhan oksigen dalam proses pengomposan. 

"Setelah konstruksi kayu bersama bambu itu jadi, lalu sampah organik kita timbunkan di atasnya selama 30 hari. Setelah itu, sampah tersebut kita bongkar dan aduk-aduk lalu dibiarkan selama 15 hari agar proses pengomposannnya sempurna," urai Wisnadi.

Pengenalan tehnik baru pembuatan pupuk organik ini oleh Disperkimlh Kebumen mulai dilakukan kepada 65 peserta, terdiri dari perwakilan beberapa kecamatan, desa/kelurahan serta tokoh-tokoh masyarakat di wilayah pendukung Adipura di Kebumen, belum lama ini, di Aula Disperkimlh Kebumen.

"Selain tehnik aerator bambu, cara baru pembuatan pupuk organik lainnya adalah tehnik bata berongga dan keranjang susun. Namun di antara ketiganya, aerator bambulah yang paling mudah dan murah, sehingga kami lebih tertarik  untuk mengembangkannya di Kebumen," ujar Wisnadi. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI