Wisata Nyadran Di Kampung Durian

RAJA siang baru saja memancarkan sinar ketika ratusan warga berduyun-duyun berjalan menuju ke bukit Dukuh di Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung guna menggelar ritual sadranan, sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, Jumat (25/11). 

Mereka mengusung tenong yang berisi aneka makanan seperti nasi bucu, ingkung ayam kampung, sayuran, kerupuk, tempe dan tahu bacem, buah-buahan, jajan pasar serta masih banyak lagi ragam makanan yang diolah dari hasil bumi. Sesampai di puncak bukit yang dijadikan pemakaman umum, warga duduk berjajar di atas tikar. Tenong ditaruh di depan.

Terlihat dua turis dari Cekoslovakia, Shela dan Martha, melebur dengan warga setempat. Mereka mengikuti rangkaian ritual hingga akhir. Usai berdoa tenong dibuka dan aneka makanan dibagikan pada warga yang datang untuk dibawa pulang. Warga tidak boleh makan di makam. Pun juga, Shela dan Martha. Keduanya membawa makanan yang diterima dari warga untuk di makan dalam perjalan ke obyek wisata lain atau di penginapan.

Kadus Dukuh Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan, Kabul, mengatakan ritual untuk menjaga tradisi leluhur dan internalisasi kearifan lokal yang kini semakin terkikis perkembangan jaman. Warga berdoa agar kehidupan warga selalu dalam rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan diberikan peningkatan kesejahteraan.

Ritual sadranan, terangnya, punya arti penting bagi warga yang diantaranya untuk mengenang perjuangan leluhur desa dan sesepuh desa, dan sebagai wahana instropeksi warga agar berkelakuan baik. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI