Wisata Sungai Luk Ulo Diharapkan Pengganti Penambang Pasir

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Penyiapan untuk mewujudkan wisata Luk Ulo kini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Bahkan, ada optimisme wisata ini nantinya akan bisa menjadi solusi atas problem lingkungan akibat  penambangan pasir liar di Sungai Luk Ulo.

" Bila wisata Luk Ulo ini terwujud akan bisa menjadi obyek alih profesi bagi para penambang pasir ilegal di sungai ini. Karena itu, kami serius mewujudkan wisata ini. Diantaranya, menyiapkan sejumlah prasarana fisik di sejumlah lokasi tepi Sungai Luk Ulo di Kecamatan Klirong, Petanahan, Buluspesantren dan Kebumen," ujar Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan  Kepariwisataan (Disporawisata) Kebumen, Nasirudin SIP, di ruang kerjanya, Rabu
(31/01/2018).

Asumsi bahwa kepariwisataan tak bisa dilepaskan dari kepentingan sosial ekonomi warga di sekitarnya, menurut Nasirudin akan terkait erat dengan wisata Luk Ulo.

"Selama ini kita sering diresahkan dengan perusakan lingkungan akibat penambangan pasir di Sungai Luk Ulo. Dengan terwujudnya wisata Luk Ulo diharapkan nantinya bermunculan banyak aktifitas ekonomi, salah satunya adalah beroperasinya  perahu-perahu wisata sekaligus akan bisa menjawab pertanyaan tentang cara  mencarikan profesi alternatif bagi para penambang pasir. Juga, akan bisa menekan  kerusakan lingkungan di sungai ini," ujar Nasirudin.

Dicontohkan, pengalaman mengelola obyek wisata Goa Jatijajar bisa menjadi referensi dalam mengelola wisata Luk Ulo. Sebelum dijadikan obyek wisata, Goa Jatijajar dan  goa-goa sekitarnya terus menerus diekploitasi batu kapurnya oleh para penambang. Setelah wisata Goa Jatijajar berkembang bagus, para penambang beralih profesi  ke profesi lain yang terkait dengan wisata Goa Jatijajar. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI